Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Calon pelatih lokal ikut kursus lisensi D
  • Rabu, 11 Oktober 2017 — 17:50
  • 424x views

Calon pelatih lokal ikut kursus lisensi D

Kursus kepelatihan yang dibuka mulai Selasa (11/10/2017) hingga enam hari ke depan itu, merupakan program Dinas Pemuda dan Olahraga Jayawijaya merekrut intruktur dari Asprov Papua juga PSSI.
Hari pertama kursus kepelatihan berlisensi D yang dilakukan di Lapangan Pendidikan Wamena-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Wamena, Jubi – Sebanyak 25 orang yang terdiri dari para guru olah raga dan mantan pemain sepak bola professional mengikuti kursus kepelatihan berlisensi D di Kabupaten Jayawijaya. Kursus kepelatihan yang dibuka mulai Selasa (11/10/2017) hingga enam hari ke depan itu, merupakan program Dinas Pemuda dan Olahraga Jayawijaya merekrut intruktur dari Asprov Papua juga PSSI.

“Materi yang diarahkan saat ini berbeda dengan sebelumnya, sekarang kebanyakan arahkan pemain mengerti bermain bola," kata Robby Marwanaya, seorang intruktur kursus kepelatihan, kepada wartawan di Lapangan Pendidikan Wamena, Selasa (11/10/2017).

Ia menilai kursus itu ini lebih berat, hanya saja kebanyakan materi yang disampaikan atau dipraktekan harus diperhatikan. “Agar sasarannya tidak keluar sistem yang telah ditetapkan,” kata Robby menambahkan.

Robby tak memungkiri di Papua masih susah membuat pelatihan untuk pelatih sepak bola. Meski begitu ia bersyukur Kabupaten Jayawijaya dapat membuat kursus pelatih meski baru pertama kali pada kategori lisensi D.

“Kami berterima kasih atas perhatian serius pemerintah daerah Jayawijaya, semoga ke depan ada pelatih-pelatih dari Wamena ini bisa mengambil lisensi lebih tinggi lagi,” katanya.

Mundari Karya, salah satu intruktur lainya mengakui jika materi yang diberikan menggunakan sistem Indonesian Way, sehingga setiap peserta dituntut memahami betul akan bermain sepak bola.

“Artinya, di Indonesian Way sekarang ini ada pengelompokan bagaimana menangani usia muda karena itu yang paling penting,” kata Mundari.

Indonesian Way terpecah kepada usia 6 hingga 9 tahun, dengan metode latihannya, usia 10 hingga 13 tahun dengan pendalaman yang terus dilakukan  para pelatih.

“Jika di lisensi yang lalu hanya fokus bagaimana mengenalkan skill sepak bola, tetapi di Indonesian Way bagaimana kita mengenalkan skill sepak bola di dalam bermain,” kata mantan pelatih Persela Lamongan itu.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jayawijaya, Fatah Yasin berharap kegiatan kepelatihan  itu menghasilakan pelatih  yang berkualitas dan punya lisensi kepelatihan.

“Kebijakan PSSI sekarang, pelatih yang tidak berlisensi tidak bisa menjadi pelatih, apalagi mengikuti kompetensi resmi,” katanya.

Pemerintah Jayawijaya lewat dinas pemuda dan olahraga komitmen menyiapkan tenaga pelatih, khususnya sepakbola sebagai salah satu cabang olah raga unggulan di Jayawijaya. (*)

loading...

Sebelumnya

Lintasan atletik Buper layak dipakai menggelar Kejurnas

Selanjutnya

Empat pemain Persipura absen hadapi Mitra Kukar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe