Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Penggunaan lapter misionaris perlu koordinasi
  • Rabu, 11 Oktober 2017 — 18:19
  • 331x views

Penggunaan lapter misionaris perlu koordinasi

“Kalau pemerintah mau menggunakan lapter yang dibangun misionaris itu,  perlu dikoordinasikan dengan misionaris, masyarakat setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lainnya,” kata Mustakim kepada Jubi, Rabu (11/10/2017).
Ilustrasi lapter di pedalaman Papua – Jubi/Dok
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi – Legislator Papua, Mustakim mengatakan pemerintah kabupaten/kota dalam memanfaatkan lapangan terbang (lapter) yang dibangun misionaris di pedalaman Papua perlu koordinasi kedua pihak.

Ia mengatakan, tidak dipungkiri misionaris membangun lapter di berbagai wilayah pedalaman Papua, untuk kepentingan misi penyebaran agama.

“Kalau pemerintah mau menggunakan lapter yang dibangun misionaris itu,  perlu dikoordinasikan dengan misionaris, masyarakat setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lainnya,” kata Mustakim kepada Jubi, Rabu (11/10/2017).

Kata politikus Partai Demokrat itu, jika pemerintah ingin memanfaatkan lapter misionaris, harus membenahi atau menyiapkan sarana lapter yang memadai, karena tidak dipungkiri ada lapter yang dibangun seadanya.

“Kalau memang kondisi lapter sudah tidak memadai, tinggal bagaimana pemerintah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membenahinya, supaya dipergunakan bersama. Saya pikir misionaris dan pemerintah misinya sama, melayani masyarakat,” ujarnya.

Katanya, koordinasi penting dilakukan ketika pemerintah akan membenahi lapter yang dibangun misionari, supaya tidak ada masalah kemudian hari, dan terkesan mengabaikan pihak yang merintis pembangunan lapter.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Papua, Elia Loupatty mengatakan, jika kini terjadi peningkatan lapter di pedalaman Papua, itu belum secara keseluruhan karena hampir 300 lapter, karena usaha masyarakat, missionaris serta gereja di pedalaman Papua, pada umumnya

“Rata-rata lapter yang dibangun itu panjangnya hanya 600 meter dan posisinya tidak lurus. Akan tetapi itulah kondisi kita dan ini memang harus diperbaiki dari waktu ke waktu,” kata Loupatty belum lama ini.

Katanya, pemerintah harus memberikan apresiasi kepada para misionaris,, karena tanpa mereka tidak ada lapter, wilayah pedalaman akan sulit dijangkau. (*)

loading...

Sebelumnya

KPU Papua koordinasi ke KPU RI terkait parpol lokal

Selanjutnya

Korupsi Rasta Biak rugikan negara lebih Rp 1,4 miliar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe