Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Ribuan orang hadiri prosesi sasi di Kampung Wambi
  • Rabu, 11 Oktober 2017 — 19:38
  • 1134x views

Ribuan orang hadiri prosesi sasi di Kampung Wambi

“Secara umum dikatakan, 1.000 hari orang berduka, namun bisa dipercepat, tergantung keluarga mempersiapkan segala sesuatu untuk membuka sasi bersama, sekaligus sebagai tanda tak ada kedukaan lagi,” katanya.
Prosesi sasi yang berlangsung di Kampung Wambi, Distrik Okaba, Kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Merauke, Jubi- Ribuan orang dari beberapa kampung menghadiri dan mengikuti prosesi sasi di Kampung Wambi, Distrik Okaba, Kabupaten Merauke. Sasi tersebut sebagai ujud mengenang orang yang telah meninggal dunia.

Ketua Adat Kampung Wambi, Wilhelmus Bole Kaize kepada Jubi Rabu (11/10/2017) menjelaskan, ujud keluarga yang meninggal, diletakkan di atas dua tiang penyangga seperti kelapa, pelepah sagu serta anggin.

Selanjutnya, jelas dia, keluarga yang berduka, membuat kebun sekaligus menanam wati, pisang, umbi-umbian serta hasil alam lain. Jika hasil tersebut telah ditanam dan siap dipanen, keluarga  berkumpul kembali  untuk menyepakati kapan sasi dibuka.

“Secara umum dikatakan, 1.000 hari orang berduka, namun bisa dipercepat, tergantung keluarga mempersiapkan segala sesuatu untuk membuka sasi bersama, sekaligus sebagai tanda tak ada kedukaan lagi,” katanya.

Kegiatan sasi yang digelar beberapa hari lalu di Kampung Wambi, kata dia, adalah hajatan utama dari Romanus Mbaraka yang istrinya meninggal beberapa tahun lalu.

“Oleh karena hajatan utama adalah Bapak Romanus, maka beliau mengangkat pelepah paling dasar. Kalau lainnya adalah tambahan. Jadi, inti utama dari sasi adalah mengenang  orang yang telah meninggal dunia,” tuturnya.

Dengan selesai digelarnya sasi selama beberapa hari,  jelas dia,  keluarga sudah tidak berduka lagi. Mereka  boleh bergembira untuk melakukan berbagai aktivitas setiap hari.

“Memang ada prosesi dilakukan saat sasi  yang digelar di rumah adat masyarakat Wambi. Sselama semalam suntuk, digelar kidung  adat dengan menjaga sagu sep, serta memajang hasil alam yang dipanen mulai dari pisang-umbi-umbian serta wati. Selanjutnya, sebagai ungkapan kegembiraan, dilakukan gatsi (tarian adat) selama semalam suntuk pada keesokan malam lagi,” ungkapnya.

Salah seorang anak adat di Kampung Wambi, Rekianus Samkakai menambahkan, ini adalah tradisi orang Marind yang selalu mengenang keluarganya ketika meninggal dunia.

“Jadi, ada beberapa prosesi adat dilakukan sebelum membuka sasi. Saya selalu mengikuti hajatan kegiatan dimaksud, karena memiliki makna sangat besar bagi generasi akan datang sekaligus harus dipertahankan,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Dana operasional kosong, dua mobil bantuan di Okaba tak beroperasi

Selanjutnya

Warga Kampung Es Wambi belum miliki rumah layak huni

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe