Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Korupsi Rasta Biak rugikan negara lebih Rp 1,4 miliar
  • Kamis, 12 Oktober 2017 — 12:52
  • 744x views

Korupsi Rasta Biak rugikan negara lebih Rp 1,4 miliar

Dorongan pengungkapan kasus korupsi beras juga dilakukan aktivis Forum Masyarakat Jayawijaya se-Pegunungan Tengah Papua
ilustrasi, korupsi. tempo.co
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Biak,Jubi- Kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan beras sejahtera (Rastra) di distrik Biak Kota, tahun 2015  telah merugikan negara hingga Rp 1,4 miliar lebih. Korupsi Rastra yang menyeret kepala Distrik berinisial AR sudah ditangani Satuan Reserse Kriminal, Polres setempat.

“Itu hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Papua,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Biak, AKP I Wayan Laba SH, Kamis, (12/10/2017).

Wayan Laba  memastikan hasil audit BPK itu akan dijadikan barang bukti di persidangan saat pelimpahan tahap II kasus korupsi di Kejaksaan Negeri Numfor.

Menurut Wayan, pengungkapkan kasus korupsi penyalahgunaan Rastra di wilayah distrik Biak Kota sudah rampung, penyidikan yang dilakukan sejak tahun 2016 itu berhasil menetapkan AR dan Nz  segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Jayapura.

“Kedua tersangka AR dan Nz dijerat dengan pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah pada tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 KUHP,” kata Wayan menjelaskan.

Kedua tersangka itu terancam  penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara dan denda Rp 1 Miliar. Wayan juga mengimbau pengelola program rakyat kecil seperti dana desa, program beras sejahtera dan pembangunan untuk kepentingan masyarakat jangan diselewengkan karena akan berdampak dengan masalah kasus hukum.

Dorongan pengungkapan kasus korupsi beras juga dilakukan aktivis Forum Masyarakat Jayawijaya se-Pegunungan Tengah Papua (FMJPTP). Lembaga itu mendesak Polda Papua dan Kejaksaan Tinggi mengungkap kasus tindak pidana korupsi penyelewengan beras miskin (Raskin) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya tahun anggaran 2012 silam.

“Kasus ini sudah menjadi konsumsi publik dan bukan lagi rahasia. Namun, kinerja penegak hukum masih lambat,” kata Ketua FMJPTP di Jayapura, Yulianus Mabel.

Kasus korupsi raskin sebanyak 400 ton terungkap saat gelar operasi tangkap tangan (OTT) oleh mantan Kapolres Jayawijaya, AKBP. John Edison Isir. Kejadian di pasar Hibama dan ditetapkan kepala distrik Wouma, Napua dan Yalengga sebagai tersangka bahkan telah diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi Papua (Kejati) Papua, Rabu 23 April 2013 lalu. 

“Bukti sudah ada, maka laksanakan penegakan hukum itu secara professional. Yang ada hanya tebang pilih saja,” kata  Mabel menegaskan. (*)

loading...

Sebelumnya

Penggunaan lapter misionaris perlu koordinasi

Selanjutnya

Ring road di Kota Jayapura diharapkan cepat rampung

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe