Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Ketua Stiper: Saya akan usahakan ijazah segera diberikan
  • Jumat, 13 Oktober 2017 — 12:20
  • 342x views

Ketua Stiper: Saya akan usahakan ijazah segera diberikan

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Santo Thomas Aquinas, Sentani, kabupaten Jayapura, Hendrik Kubelaborbir, menyatakan akan secepatnya menyelasaikan ijazah para alumni kampus tersebut yang lulus tahun 2016 namun hingga kini belum menerima ijazah.
Suasana pelantikan pejabat struktural di Stiper Santo Thoma Aquinas, Sentani, kabupaten Jayapura, Kamis (12/10/2017) - Jubi/Yance Wenda 
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sentani, Jubi – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Santo Thomas Aquinas, Sentani, kabupaten Jayapura, Hendrik Kubelaborbir, menyatakan akan secepatnya menyelasaikan ijazah para alumni kampus tersebut yang lulus tahun 2016 namun hingga kini belum menerima ijazah.

“Ada sebagian ijazah para alumni lulusan 2016 yang belum ditandatangani oleh Ketua Stiper yang sekarang sudah menjadi mantan,” jelas Hendrik Kubelaborbir, saat ditemui Jubi, Kamis (12/10/2017).

Hendrik yang belum lama terpilih menjadi Ketua Stiper minta agar para alumi kampus tersebut mencari pekerjaan sesuai bidang pendidikan mereka. Ia berjanji akan segera menyelesaikan masalah tanda-tangan di ijazah dan menyerahkannya kepada para alumni yang bersangkutan.

“Saya akan cari Wakil Ketua untuk tanda-tangan dan legalisir semua ijazah itu supaya adik-adik ini bisa segera melamar kerja,” ucapnya.

Usai pelantikan pejabat struktural periode 2017-2021 di lingkungan Stiper Santo Thoma Aquinas yang berlangsung di aula kampus tersebut, Hendrik mengaku belum mengetahui berapa jumlah alumni yang belum mendapatkan ijazahnya.

Seorang alumni Stiper yang lulus tahun 2016, Kemun Yoma, saat dihubungi Jubi via telepon selularnya mengatakan dia baru bisa mengambil ijazahnya dua pekan lalu karena ada kendala yang bersifat pribadi. Namun untuk teman-teman yang lain, Kemun mengatakan mungkin saja alasannya berbeda dengan dirinya, kenapa sampai sekarang mereka belum menerima ijazah.

Kemun menjelaskan lantaran belum memegang ijazah meski sudah diwisuda hampir setahun lalu, dirinya beberapa kali gagal mengikuti seleksi penerimaan CPN dan tenaga pendamping.

“Bulan kemarin saya tidak bisa ikut seleksi penerimaan CPN karena syaratnya harus bawa ijazah asli saat registrasi di meja panitia. Karena waktu itu belum pegang ijazah, terpaksa saya tinggal saja tidak jadi ikut,” katanya mengakhiri pembicaraan. (*)

 

Sebelumnya

Posyandu hadir untuk pelayanan kemasyarakatan

Selanjutnya

Mahasiswa Yahukimo gelar seminar selama dua hari

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe