close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Dokter muda mogok kerja
  • Rabu, 19 Oktober 2016 — 14:39
  • 867x views

Dokter muda mogok kerja

Ribuan dokter muda melakukan mogok kerja menuntut pengurangan jam kerja. Namun, Menteri Kesehatan Selandia Baru, John Coleman menyatakan pihaknya tidak ada bukti bahwa aturan jam kerja itu memberatkan para dokter muda.
Para dokter muda di Christchurch melakukan mogok kerja. – RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Christchurch, Jubi – Ribuan dokter muda melakukan mogok kerja menuntut pengurangan jam kerja. Namun, Menteri Kesehatan Selandia Baru, John Coleman menyatakan pihaknya tidak ada bukti bahwa aturan jam kerja itu memberatkan para dokter muda.

Pada Rabu (19/10/2016), kurang lebih 2.500 dokter muda di Selandia Baru itu memulai aksi mogoknya pada jam 7 pagi. Rencananya, mogok kerja itu akan berlangsung hingga Kamis (20/10/2016) besok.

Karena aksi mogok tersebut, ribuan pasien di klinik dan rumah sakit mengalami perubahan jadwal operasi dan perawatan. Coleman mengatakan pihaknya telah meminta agar para dokter muda bernegosiasi secara damai.

Menurut Coleman, para dokter muda bekerja rata-rata selama 53 jam per minggu. Jika jam kerja dikurangi, maka itu artinya Selandia Baru harus merekrut 160 tenaga dokter muda lainnya. Nilai kerugian yang akan diderita kurang lebih 60 juta dolar AS.

Asosiasi Dokter Muda Selandia Baru mendesak pengurangan jam kerja itu meliputi juga pengurangan jam piket malam dari semua tujuh jam menjadi empat jam.

Pihak rumah sakit berharap agar para dokter muda segera menghentikan aksinya demi pasien-pasien yang menderita. Seluruh perawat diwajibkan bekerja lebih keras selama aksi mogok berlangsung.

Demikian pula pada dokter senior yang ada di rumah sakit agar menambah jam kerja untuk sementara waktu sampai para dokter muda menghentikan aksi mogoknya.

Warga yang menderita sakit juga diimbau untuk tetap pergi berobat ke rumah sakit atau klinik terdekat. “Kami tidak mau orang sakit dipaksa duduk dalam rumah sampai aksi mogok ini selesai. Rumah sakit akan tetap melayani mereka,” kata Anne Aitcheson dari pihak rumah sakit.

Sementara itu, negosiasi akan terus berlanjut antara asosiasi dokter muda, manajemen rumah sakit dan kementerian kesehatan. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Kepulauan Cook sasar pekerja dari Selandia Baru

Selanjutnya

Bainimarama sebut hubungannya dengan Key baik-baik saja

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4944x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4318x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 3997x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2522x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2469x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe