Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Komnas HAM Papua kunjungi warga Papua di Polda Metro Jaya
  • Jumat, 13 Oktober 2017 — 16:14
  • 1693x views

Komnas HAM Papua kunjungi warga Papua di Polda Metro Jaya

"Saya pastikan secara fisik kondisi mereka dalam keadaan baik. Tidak ada tanda-tanda kekerasan," kata Frits ketika menghubungi Jubi, Jumat (13/10/2017).
Kondisi di Kantor Kemendagri di Medan Merdeka Utara, Jakarta, usai diserang sekelompok massa pendukung salah satu calon Bupati Tolikara, Rabu (11/10/2017) - CNN Indonesia/Lalu Rahadian 
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Kepala kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey memastikan bagaimana kondisi 11 warga Papua yang kini ditahan di Polda Metro Jaya, Jumat (13/10/2017), pascapenyerangan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (11/10/2017), terkait hasil pilkada Kabupaten Tolikara, yang telah diputuskan Mahkamah Konstitusi (MK), beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, dari keterangan salah satu warga Papua yang ditahan, Endi Wonda, sejak ditangkap ia dan rekannya diperlakukan sebagaimana mestinya. 

"Saya pastikan secara fisik kondisi mereka dalam keadaan baik. Tidak ada tanda-tanda kekerasan," kata Frits ketika menghubungi Jubi, Jumat (13/10/2017).

Menurut Frits, sebagai Komnas HAM Perwakilan Papua, ia hanya ingin memastikan kondisi 11 warga Papua yang ditangkap dalam rusuh Kemendagri, tidak ada kepentingan lain di balik itu.

"Saya tidak ada kepentingan dengan sikap politik mereka, dan apa yang mereka perjuangkan di Kemendagri. Saya juga tidak ada urusan dengan proses hukum yang mereka hadapi. Saya hanya ingin memastikan kondisi mereka," ujarnya.

Katanya, 11 orang yang kini ditahan di Polda Metro Jaya, sebagian di antaranya adalah mahasiswa Papua. Ada di antara mereka yang kuliah di Jakarta dan Papua.

"Hanya satu orang yang usianya sudah agak tua, selain itu, semua anak muda. Mereka semua laki-laki," katanya.

Kata Frits, Polda Metro Jaya juga memastikan mengizinkan pihak keluarga atau teman menjenguk mereka di tahanan, jika ingin membawa apa yang mereka butuhkan selama ditahan. 

"Saya juga sudah ingatkan pihak Polda Metro Jaya memperhatikan hak-hak mereka, dan memperlakukan mereka sebagaimana mestinya," ucapnya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo meminta penegak hukum mengungkap aktor di balik penyerangan kantor Kemendagri. 

"Kasus perusakan kantor dan luka-lukanya staf Kemendagri, bagi saya seperti wajah saya ditampar. Apa pun, proses hukum harus ditegakkan dan harus dibongkar siapa aktor yang menggerakkan mereka," kata Tjahjo seperti dikutip dari cnnindonesia.com. (*) 

loading...

Sebelumnya

Komisi IV DPRP dorong regulasi proteksi kontraktor OAP

Selanjutnya

Kapolres Tolikara bantah kabar terbakarnya kantor KPU

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6282x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5869x views
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 5116x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe