Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Harga beras di Okaba tembus Rp 25 ribu per kilogram
  • Sabtu, 14 Oktober 2017 — 12:37
  • 1490x views

Harga beras di Okaba tembus Rp 25 ribu per kilogram

Kepala Distrik Okaba, Fransiskus Kamijay, mengungkapkan harga beras yang dijual pedagang di kampung-kampung bisa mencapai Rp 25 ribu/kg. Itu karena jatah beras sejahtera (rastra) terlambat tiba dan terjadi kelangkaan.
Kepala distrik Okaba, Fransiskus Kamijay, saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi - Kepala Distrik Okaba, Fransiskus Kamijay, mengungkapkan harga beras yang dijual pedagang di kampung-kampung bisa mencapai Rp 25 ribu/kg. Itu karena jatah beras sejahtera (rastra) terlambat tiba dan terjadi kelangkaan.

“Memang sering terjadi kenaikan harga beras mencapai Rp 25 ribu/kg. Itu semata-mata karena rastra terlambat datang akibat cuaca di laut kurang mendukung,” ungkap Kamijay kepada Jubi, Jumat (13/10/2017).

Dikatakan, permainan harga tersebut dilakukan oleh pedagang. Meskipun harga mahal namun masyarakat tetap membeli karena beras merupakan kebutuhan pokok selain umbi-umbian maupun pisang serta sagu.

“Beberapa minggu lalu, kami baru melakukan dropping rastra di sembilan kampung yang tersebar di distrik Okaba. Jumlah yang kirim disesuaikan penduduk setempat. Biasanya tiga bulan sekali diterimakan. Masing-masing kepala keluarga mendapatkan tiga karung beras,” ujarnya.

Lebih lanjut Kamijay mengatakan jika beras masyarakat sudah habis, dipastikan harga beras di kios mulai merangkak naik.

“Saya sudah mengeluarkan surat edaran kepada para pedagang agar tidak menjual beras dengan harga tinggi. Karena masyarakat juga kesulitan mendapatkan uang,” tuturnya.

Kepala kampung Es Wambi, Finansius Kaize, membenarkan kalau harga beras yang dijual beberapa pedagang di kampungnya bisa mencapai Rp 25 rib/kg.

“Mau tidak mau masyarakat tetap membeli karena merupakan kebutuhan,” ujarnya.

Kenaikan harga beras tersebut, lanjut dia, saat rastra terlambat diterima. Kesempatan itu dimanfaatkan para pedagang dengan menjual beras dengan harga mencekik leher. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Sampel pil PCC dibawa ke Labfor Makassar

Selanjutnya

Januari-September, 14 orang meninggal karena laka lantas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 11 Mei 2018 WP | 6423x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2668x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2540x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1457x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1248x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe