Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Empat kampung di distrik Okaba rutin produksi kopra
  • Sabtu, 14 Oktober 2017 — 12:45
  • 2193x views

Empat kampung di distrik Okaba rutin produksi kopra

Masyarakat empat kampung di distrik Okaba kabupaten Merauke, yakni Wambi, Makaling, Iwol, dan kampung Duf, rutin memproduksi kopra setiap tahun. Kopra yang diproduksi di empat kampung tersebut juga dipasarkan keluar daerah.
Masyarakat di kampung Wambi distrik Okaba, kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi - Masyarakat empat kampung di distrik Okaba kabupaten Merauke, yakni Wambi, Makaling, Iwol, dan kampung Duf, rutin memproduksi kopra setiap tahun. Kopra yang diproduksi tersebut dipasarkan keluar daerah melalui penadah.

Hal itu disampaikan Kepala distrik Okaba, Fransiskus Kamijay, kepada Jubi, Jumat (13/10/2017).

Dikatakan, selain gelembung ikan yang menjadi sumber utama pendapatan, kegiatan pengolahan kopra secara tradisional juga menjadi mata pencaharian masyarakat setempat

Kamijay mengatakan selama ini masyarakat mengeringkan kopra dengan cara pengasapan. Beberapa waktu lalu ada bantuan alat oven dari pemerintah. Hanya saja, masyarakat setempat tak bisa mengoperasikan dengan baik lantaran belum memahami cara penggunaan.

Mestinya, lanjut Fransiskus, perlu dilakukan pendampingan melekat selama beberapa bulan kepada beberapa orang. Setelah itu baru dibiarkan mandiri.

Saat ini harga kopra berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.500 per kilogram. Setiap tahun, masyarakat dari beberapa kampung tersebut menjual kopra yang mereka hasilkan ke penadah yang ada kampung-kampung tersebut.

“Saya melihat semangat masyarakat beberapa kampung yang umumnya orang asli Papua itu sangat tinggi dalam mengolah kelapa menjadi kopra. Hanya saja, perlu ada perhatian pemerintah terkait harga. Menurut saya harga saat ini masih terlalu rendah, tidak sebanding dengan tenaga yang sudah mereka keluarkan. Pengolahan kopra membutuhkan waktu lama,” katanya.

Seorang warga kampung Wambi, Rekianus Samkakai, mengaku salah satu sumber pendapatan masyarakat setempat adalah kopra. Hampir semua kepala keluarga memiliki kebun kelapa yang hasilnya bisa diolah menjadi kopra.

“Kita harus akui bahwa pendampingan dari dinas terkait masih sangat minim atau bisa dibilang tidak ada. Umumnya masyarakat disini mengolah kelapa menjadi kopra masih dengan cara sederhana,” tutur dia. (*)

loading...

Sebelumnya

Januari-September, 14 orang meninggal karena laka lantas

Selanjutnya

Distrik Sota diindikasikan pintu masuk ganja dari PNG

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6267x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5849x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 4013x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe