Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Tugas pokok guru mendidik dan mengajar, bukan berjualan di sekolah
  • Sabtu, 14 Oktober 2017 — 16:56
  • 1705x views

Tugas pokok guru mendidik dan mengajar, bukan berjualan di sekolah

Fenomena guru membawa makanan untuk dijual di sekolah mendapat sorotan Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Jayapura, Alpius Toam. Tugas utama guru adalah mengajar, mendidik, dan mencerdaskan anak bangsa.
Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Jayapura, Alpius Toam, saat membuka lomba cerdas cermat tingkat SD/MI dan SMP/MTs se kabupaten Jayapura 2017, di aula SMKN 1 Sentani – Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Fenomena guru membawa makanan untuk dijual di sekolah mendapat sorotan Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Jayapura, Alpius Toam. Tugas utama guru adalah mengajar, mendidik, dan mencerdaskan anak bangsa.

“Kalaupun ada guru yang bawa makanan untuk dijual di sekolah, itu hanya oknum. Tidak semua guru seperti itu. Mungkin saja dia melihat peluang dan memanfaatkannya.Tapi mestinya guru tidak boleh melakukan hal itu. Guru harus fokus menjalankan tugas dan kewajiban mengajar, bukan berjualan,” kata Alpius Toam, usai membuka kegiatan di SMKN 1 Sentani, awal pekan ini.

Alpius menambahkan peran guru sangat berarti bagi kecerdasan siswa-siswinya. Sebelum mengajar, seorang guru harus menyiapkan materi pelajaran yang akan diajarkan. Guru-guru harus fokus menjalankan tanggung-jawab itu.

“Kalau guru lebih sibuk menyiapkan makanan untuk dibawa ke sekolah, persiapkan untuk materi pelajaran akan berkurang. Itu merugikan siswa,” katanya.

Alpius mengatakan mestinya di sekolah ada kantin yang dikelola penjaga sekolah atau orang lain yang dipercaya pihak sekolah. Makanan yang dijual dipastikan bersih dan sehat.

“Saya pikir kalaupun ada guru yang membawa makanan, misalkan mereka punya kesempatan untuk menyiapkan, tetapi tidak harus guru yang menjualnya. Makanan yang dibawa para guru bisa dititip di kantin. Tugas utama guru itu mengajar dan mendidik, bukan berjualan di sekolah,” ucapnya serius.

Toam berharap guru lebih banyak mengali potensi siswa dan mengajarkan siswa berdiskusi tentang hal-hal yang harus dikembangkan di sekolah.

“Kalau masih ada guru yang berjualan di sekolah, tolong sampaikan. Saya akan minta kawan-kawan kepala sekolah membina para guru untuk kembali pada tugas pokok dan fungsinya yaitu mengajar dan mendidik siswa. Tidak boleh dia sibuk dengan jualan,” kata Toam menegaskan..

Saat dihubungi melalui telepon selularnya, Kepala Sekolah SMA Kristen Koinonia Sentani, Cisilia Irna Wijayanti, mengatakan tidak melarang guru membawa makanan untuk dijual di sekolah, sejauh guru itu tetap fokus dengan tanggung-jawab utamanya mengajar dan mendidik siswa.

“Yang penting guru itu konsekuen. Dia datang pagi. Selama mengajar tetap ada di kelas. Bukan jam mengajar malah kabur, lur-lur jualan. Itu yang tidak betul. Ujung-ujungnya yang jadi korban siswa,” ucapnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Pengobatan massal di Jayawijaya, Pertamina targetkan 400 pasien

Selanjutnya

Dinkes Jayawijaya distribusikan obat ke daerah terpencil dengan pesawat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe