Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Pascarusuh Kemendagri, masyarakat Tolikara diingatkan tenang
  • Minggu, 15 Oktober 2017 — 17:27
  • 845x views

Pascarusuh Kemendagri, masyarakat Tolikara diingatkan tenang

"Apa yang terjadi di Jakarta, itu kejadian di sana. Masyarakat di Tolikara tidak perlu terpengaruh. Pilkada sudah selesai, dan keputusan MK sudah final," kata Orwan via teleponnya, Minggu (15/10/2017). 
Suasana di Kantor Kemendagri di Medan Merdeka Utara, Jakarta, setelah diserang sekelompok massa pendukung salah satu calon Bupati Tolikara, Rabu (11/10/2017) - CNN Indonesia/Lalu Rahadian 
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua dari daerah pemilihan Kabupaten Tolikara, Puncak Jaya, dan Puncak, Orwan Tolli Wone mengingatkan masyarakat Tolikara tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan kerusuhan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pekan lalu.

Ia mengatakan, protes hasil pilkada Tolikara di Kemendagri, pekan lalu yang berujung terjadinya rusuh, bukanlah sesuatu hal yang patut ditiru. Masyarakat Tolikara jangan terpengaruh dengan isu apa pun dari pihak manapun.

"Apa yang terjadi di Jakarta, itu kejadian di sana. Masyarakat di Tolikara tidak perlu terpengaruh. Pilkada sudah selesai, dan keputusan MK sudah final," kata Orwan via teleponnya, Minggu (15/10/2017). 

Menurutnya, berbeda pandangan politik itu wajar, namun bukan berarti masyarakat harus terpecah karena itu. Kini saatnya masyarakat bergandengan tangan mendukung semua program pembangunan di wilayahnya.

"Meski begitu, saya berharap aparat keamanan selalu siaga mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi di Tolikara. Ketiga pasangan calon yang ikut pilkada Tolikara, harus bisa menenangkan pendukungnya," ujarnya.

Katanya, jangan karena politik, masyarakat dikorbankan. Sudah cukup selama ini masyarakat Papua di sejumlah kabupaten menjadi korban dalam persaingan politik.

"Jangan lagi ada darah masyarakat yang tumpah karena politik. Mari memberikan contoh pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. Pihak terkait, termasuk kepolisian perlu segera memediasi pihak-pihak yang bersaing dalam pilkada Tolikara. Mencari solusi bersama," katanya.

Pascakerusuhan di Kemendagri, sebanyak 11 warga asal Papua ditangkap dan kini berada di Polda Metro Jaya. 

Kepala kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey yang mengunjungi belasan warga Papua itu pekan lalu memastikan kondisi mereka dalam keadaan baik.

"Dari keterangan salah satu warga Papua yang ditahan, Endi Wonda, sejak ditangkap, ia dan rekannya diperlakukan sebagaimana mestinya. Saya pastikan secara fisik kondisi mereka dalam keadaan baik. Tidak ada tanda-tanda kekerasan," kata Frits ketika menghubungi Jubi, akhir pekan lalu. 

Menurut Frits, sebagai Komnas HAM Perwakilan Papua, ia hanya ingin memastikan kondisi 11 warga Papua yang ditangkap dalam rusuh Kemendagri, tidak ada kepentingan lain di balik itu.

"Saya tidak ada kepentingan dengan sikap politik mereka, dan apa yang mereka perjuangkan di Kemendagri. Saya juga tidak ada urusan dengan proses hukum yang mereka hadapi. Saya hanya ingin memastikan kondisi mereka," ujarnya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Kapolres Tolikara bantah kabar terbakarnya kantor KPU

Selanjutnya

Barang-barang di jalur tol laut diminta dilabeli khusus

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe