close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Barang-barang di jalur tol laut diminta dilabeli khusus
  • Minggu, 15 Oktober 2017 — 17:34
  • 1356x views

Barang-barang di jalur tol laut diminta dilabeli khusus

"Selama ini di pasaran, konsumen tidak dapat membedakan mana barang yang diangkut menggunakan tol laut, mana yang reguler. Tidak ada ciri khusus yang membedakannya, kondisi ini bisa saja dimanfaatkan distributor dan pedagang," kata Mustakim pekan lalu.
Ilustrasi - tempo.co
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, Mustakim mengatakan, kebutuhan pokok yang diangkut menggunakan jalur tol laut perlu dilabeli khusus, untuk membedakannya dengan barang yang diangkut menggunakan jasa angkut reguler.

Anggota komisi yang membidangi ekonomi itu mengatakan, tol laut yang merupakan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertujuan menekan kemahalan harga di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Papua. Namun meski program ini sudah diberlakukan, tetapi harga kebutuhan pokok di pasaran tidak mengalami perubahan signifikan.

"Selama ini di pasaran, konsumen tidak dapat membedakan mana barang yang diangkut menggunakan tol laut, mana yang reguler. Tidak ada ciri khusus yang membedakannya, kondisi ini bisa saja dimanfaatkan distributor dan pedagang," kata Mustakim pekan lalu.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada distrubutor yang memasok barang dengan menggunakan jasa tol laut, namun ia menjualnya dengan harga seperti biasa, dengan alasan kebutuhan itu diangkut menggunakan jasa reguler.

"Saya pikir ini lebih pada pengawasan yang harus diperketat. Kebijakan tanpa strategi matang, sama saja. Masyarakat tidak akan benar-benar dapat menikmati kebijakan itu," ujarnya.

Politikus Partai Demokrat itu hingga kini masih meragukan program tol laut ini, benar-benar dapat menekan kemahalan harga di Papua. 

"Di pusat gembar-gembor harga barang di Papua sudah turun, termasuk BBM juga sudah satu harga. Tapi kalau dilihat di pasaran, tidak seperti itu. Belum ada penurunan harga signifikan," katanya.

Anggota Komisi VI DPR RI, Bambang Haryo mengatakan, agar program tol laut berjalan sesuai tujuan pemerintah, pengelolaan programnya akan lebih optimal jika diserahkan kepada pelayaran swasta, yang sudah lebih dahulu melayari pulau-pulau di Indonesia.

Katanya, pelayaran swasta sudah lebih dulu melayari daerah-daerah di seluruh Indonesia dengan 14.000 kapal, sedangkan kapal tol laut baru enam kapal. Tanpa tol laut pun, distribusi barang sudah jalan. 

"Misalnya di Papua yang menjadi daerah tujuan tol laut. Sebelum program ini dijalankan, harga beras di Papua pada waktu itu sudah Rp13.000 per kilogram. Sekarang setelah ada tol laut ke Papua, harga beras malah lebih mahal. Ini membuktikan tol laut tidak dapat menekan disparitas harga,” kata Bambang belum lama ini.

Menurut Bambang, tidak adanya dampak penurunan harga barang, karena tol laut tidak dimanfaatkan pihak yang seharusnya bertanggung jawab menstabilkan harga barang, misalnya Bulog. Justru pedagang yang menyesuaikan harga dengan mekanisme pasar. 

“Transportasi laut disebut sebagai penyebab disparitas harga selama ini itu keliru, karena transportasi laut hanya berkontribusi 5 persen terhadap harga barang. Sisanya yang paling banyak berkontribusi adalah biaya distribusi ke pedalaman. Selama ini distribusi ke pedalaman menggunakan pesawat-pesawat perintis. Inilah yang membuat mahal,” ucapnya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Pascarusuh Kemendagri, masyarakat Tolikara diingatkan tenang

Selanjutnya

Napi Lapas Timika sering kabur, KKJB desak Menkumham beri perhatian

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4947x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4326x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4034x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2524x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2476x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe