Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Dinas PU diminta transparan
  • Minggu, 15 Oktober 2017 — 18:35
  • 1407x views

Dinas PU diminta transparan

Termasuk paket pekerjaan Golongan Ekonomi Lemah (GEL) yang sebelumnya menuai protes.
Ilustrasi kantor Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Papua, -Jubi/Alexander
Alexander Loen
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Seluruh program yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Penataan Ruang harus dilakukan secara transparan. Termasuk paket pekerjaan Golongan Ekonomi Lemah (GEL) yang sebelumnya  menuai protes.

“Sehingga transparansi itu bisa terdistribusikan kepada seluruh pengusaha Papua,” kata Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen, di Jayapura belum lama ini.

Hery menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua meminta pimpinan dan jajaran Dinas PU dan Penataan Ruang di wilayahnya bersinergi dalam melaksanakan tugas melayani mayarakat.

"Kadis PU beserta kepala bidang harus secara transparan melihat akumulasi yang dialokasikan untuk GEL, sehingga bisa terdistribusikan kepada seluruh pengusaha," kata Hery menjelaskan.

Mengenai masalah antara pengusaha GEL dengan Dinas PU yang terjadi beberapa waktu lalu, Hery mengaku sudah diselesaikan dengan pendataan sekitar 338 pengusaha GEL.  Hal itu membuktikan langkah konkret telah diambil.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Papua, Djuli Mambaya mengatakan saat ini masih ada beberapa kontrak kerja yang masih berjalan, instansinya masih berusaha agar pengusaha GEL bisa dilibatkan dalam pekerjaan tersebut.

“Namun jika belum, saya meminta pengusaha bersabar hingga tahun depan,” kata Djuli Mambawa.

Tercatat tahun ini alokasi GEL hanya Rp 21 miliar, nilai itu diakui terlalu sedikit sehingga ketua DPR Papua telah menyampaikan agar ke depan dana akan ditingkatkan.

“Jangan berkecil hati jika tahun ini ada yang tidak terakomodir, yang jelas sebagian besar terakomodir," kata Djuli berjanji.

Kepala Bidang Cipta Karya, Risliana Panggoa berusaha menginventarisir lebih dulu pekerjaan yang bisa di sub kontraktor. Ia menjelaskan semua paket tidak bisa disubkan karena kondisinya pekerjaan yang sudah berjalan sampai 80 persen.

"Jadi nanti mungkin ada di pembangunan jalan dan pabrik, kami lihat apakah di situ ada pekerjaan minor yang tidak menggunakan alat,” katanya.

Ia siap akan membantu mengakomodir pekerjaan Golongan Ekonomi Lemah (GEL), jika memang bisa disub kontrakkan (*)

 

 

loading...

Sebelumnya

Pendataan keluarga miskin mengacu data kependudukan

Selanjutnya

Orang tua diimbau ketat awasi anak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe