Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Disorda Papua dinilai gagal dalam dua aspek
  • Senin, 16 Oktober 2017 — 04:58
  • 997x views

Disorda Papua dinilai gagal dalam dua aspek

Terkait prestasi yang jeblok di Popnas.Tery Wanena menilai kegagalan itu disebabkan karena masalah kebijakan dan manajemen.
Tery Wanena diwawancara saat pelepasan tim sepak bola PPLP Papua ikut kejurnas di Riau – Jubi/Jean Bisay
Andreas Weleurat
Editor : Jean Bisay
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Papua, Tery Wanena menyatakan prihatin atas kondisi yang terjadi di dinasnya itu.

Tery prihatin, sebab selama kepemimpinan Kadisorda sebelumnya, kondisinya lebih terbuka. Dimana rasa saling menghargai dan dihargai dalam pekerjaan atau kebijakan.

Semua kegiatan yang ada di Disorda berjalan baik.Tetapi sejak kepemimpinan dua tahun terakhir dinas ini tidak maksimal.

Pertama gagal dalam pembinaan pestasi kelompok umur serta gagal dalam membina para staf. Sebagai seorang pemimpin harusnya duduk, panggil dan harus bicara dari hati ke hati. Semua kegiatan harus dibicarakan bersama-sama.

Kepala dinas sebagai pimpinan harus panggil kami sebagai bawahannya untuk kita bersama-sama mengatur seluruh kegiatan. Tetapi yang terjadi, semua kegiatan dilaksanakan tertutup.

Salah satu contoh, Tery menyebut, Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Disorda untuk pagu anggaran tahun lalu dan tahun ini, sampai saat ini sebagai kepala bidang bahkan pejabat yang lain tidak mengetahui.

"Tidak tahu DPA-nya dimana dan berapa. Siapa yang tangani. Kegiatan yang dikerjakan siapa. Siapa yang kontrol. Tidak jelas di dinas ini?," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (13/10/2017).

Kondisi ini bila dibiarkan terus-menerus, tidak akan ada perubahan berarti. Kita harus evaluasi dan introspeksi diri.

Terkait prestasi yang jeblok di Popnas.Tery Wanena menilai kegagalan itu disebabkan karena masalah kebijakan dan manajemen.

"Saya sebagai kepala bidang olahraga prestasi yang secara teknis langsung berhubungan dengan kegiatan ini. Kita yang persiapkan dan tangani anak-anak, tapi SKnya saya tidak pernah tahu," bebernya.

Awalnya TC Popnas dijadwalkan berlangsung tiga bulan, tapi akhirnya hanya bisa dilakukan 1 bulan.  Tentu hal ini tidak maksimal, merujuk pada kegagalan Papua di Popnas kemarin.

Rosmina Sanggrangbano, pelatih dayung Popnas menilai kegagalan anak didiknya karena sejumlah faktor. Diantaranya waktu persiapan hanya satu bulan serta perubahan jarak tanding.

“Anak-anak kami latih jarak tempuh 1000 meter, tetapi saat meeting sebelum pertandingan oleh panitia dan PB PODSI jaraknya dirubah 2000 meter,” ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Perseru makin tertindas di zona merah

Selanjutnya

8 besar Liga 1 U19 bergulir 18 Oktober

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe