Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Pegiat damai Papua tukar ide penanganan konflik di UGM
  • Senin, 16 Oktober 2017 — 16:10
  • 1091x views

Pegiat damai Papua tukar ide penanganan konflik di UGM

Pegiat damai Papua menjadi salah satu peserta dalam pertemuan para pegiat damai se- Indonesia.
Foto bersama para peserta dan pemateri Workshop interfaith mediation di Yogyakarta - Jubi/Ist.
Abeth You
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Pegiat damai Papua saling tukar ide penanganan konflik dalam sebuah workshop yang dilaksanakan University Club Universitas Gadjah Mada (UC UGM), pada 10 hingga 13 Oktober 2017 lalu. Pegiat damai Papua menjadi salah satu peserta dalam pertemuan para pegiat damai se-Indonesia.

“Workshop terdiri dari pemetaan peserta secara kelompok terhadap isu-isu interfaith di wilayahnya dan diikuti eksplorasi dan respon dari Imam Ashafa dan Pastor James,” kata Ridwan al-Makassary, staf khusus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua, Senin, (16/10/2017). 

Tercatat  dalam pertemuan yang dipandu langsung oleh pegiat damai legendaris dari Nigeria, Imam Muhammad Ashafa dan Pastor James Wuye. Acara itu dalam rangka kolaborasi dari pusat studi agama dan demokrasi (PUSAD Paramadina), Lembaga Antar Imam Maluku (LAIM), S2 Religious and Cross-Cultural studies (CRCS) dan S2 Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik (MPRK) dengan dana dari Tanembaum Foundation dan Yayasan Tifa.

“Kami juga mendapat penjelasan dari Ibu Deng selaku fasilitator perempuan handal  dari Filipina yang berbagi pengalaman tentang konflik Mindanao,” kata Ridwan menjelaskan.

Menurut dia, acara itu juga diperkaya oleh fasilitator handal, pendeta Jacky Manuputty,  Ihsan Ali fauzi, Zaina Abidin Baqir dan Diah Kusumaningrum.

Ridwan yang sedang belajar  di University of Western Australia itu mengatakan peserta diseleksi secara ketat dan menghasilkan 25 pegiat damai yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Dan saya satu-satunya peserta dari Papua yang berkesempatan mempresentasikan mapping masalah interfaith di Indonesia Timur,” katanya.

Menurut dia kegiatan itu menawarkan pengetahuan dan skill dalam melakukan mediasi interfaith. Juga meneguhkan komitmen bersama sebagai kelompok yang rentan untuk memperjuangkan perdamaian di Indonesia, khususnya di Tanah Papua.

pendeta Jacky Manuputty menyatakan para peacebuilder mesti punya pengaruh agar melahirkan program bina damai.

“Bahwa kegiatan itu mengajarkan semangat dan inspirasi untuk mewujudkan perdamaian di negara Indonesia," kata Jacky. (*)

loading...

Sebelumnya

Pedagang di Kota Jayapura dilarang jual Togel

Selanjutnya

Yayasan Putri Kerahiman ajak masyarakat lakukan kerja sosial

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe