Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Hari pangan sedunia, Uskup Timika serukan cinta makanan lokal
  • Senin, 16 Oktober 2017 — 16:44
  • 737x views

Hari pangan sedunia, Uskup Timika serukan cinta makanan lokal

Uskup Saklil mempertanyakan kepada orang asli Papua, khususnya umat Katolik di wilayahnya yang suka makanan dari orang lain dan menghabiskan uang membeli makanan yang bukan produk lokal.
Sebuah baliho yang memuat beberapa pesan Uskup Timika, Mgr. John Philip Saklil,Pr - Jubi/Ist
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Gereja Katolik melalui Keuskupan Timika, Papua, mengajak masyarakat mencintai makanan lokal. Seruan itu disampaikan saat peringatan hari pangan sedunia 16 Oktober 2017.

“Gerakan mencintai makanan lokal adalah gerakan mencintai hasil dusun sendiri dan gerakan mencintai makanan yang telah menghidupkan leluhur,” kata Uskup Timika, Mgr. John Philip Saklil, Pr, kepada Jubi, Senin, (16/10/2017).

Uskup Saklil mempertanyakan kepada orang asli Papua, khususnya umat Katolik di wilayahnya yang suka makanan dari orang lain dan menghabiskan uang membeli makanan yang bukan produk lokal.

“Kita jadi miskin karena bergantung pada hasil dusun mereka. Lebih sedih lagi, kita jual dusun kita dan kita tidak punya lagi makanan lokal,” kata Saklil menambahkan.

Ia mengaku prihatin  karena masyarakat Papua semakin tergantung pada makanan dari luar dusun. Selain mencintai makanan lokal, ia juga mengingatkan agar masyarakat Papua tidak menjual tanah yang akan digunakan menjadi kebun kelapa sawit.

“Hai anak negeri Papua, cintailah makananmu sendiri. Berarti anda mencintai dusunmu,” katanya.

Seruan mencintai makanan lokal itu diimbangi dengan bazar 1001 aneka olahan pangan lokal saat memperingati hari pangan sedunia. Tercatat hasil makanan olah dari sagu, keladi, petatas dan singkong dipamerkan di lapangan Gelael Timika.

Kepala SMP YPPK Epouto, Paniai, Keuskupann Timika, Esau Tekege, mengatakan  gerakan mencintai makanan lokal itu sebagai bentuk mengembalikan kejayaan petani.

“Sebab konsumsi terhadap produk pangan akan mengembalikan kejayaan petani,” kata Esau.

Esau juga mengajak agar masyarakat mengendalikan makan secukupnya saat banyak anak masih kekurangan gizi. Ia mengacu pernyataan Paus Fransiskus beberapa tahun lalu yang menyebutkan siapa membuang makanan sama dengan merampoknya dari orang miskin.

“Lebih baik jika kita mampu menyisihkan makanan agar saudari-saudara kita, anak-anak kita yang kekurangan gizi bisa dibantu,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

AMPTPI gelar Diesnatalis Ke -XIII

Selanjutnya

KPUD Paniai sosialisasi cara pendaftaran Parpol

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe