Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Penyerangan kantor Kemendagri membuat Gubernur Papua geram
  • Senin, 16 Oktober 2017 — 17:38
  • 874x views

Penyerangan kantor Kemendagri membuat Gubernur Papua geram

Enembe menyebutkan selain merusak dan menyerang, demonstran juga melarang staf gubernur masuk ke Kemendagri.
Gubernur Papua Lukas Enembe - Jubi/Dok
Alexander Loen
Editor : Hengky Yeimo
LipSus
Features |
Senin, 15 Oktober 2018 | 06:14 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 21:06 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 19:52 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 12:30 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku geram dengan insiden perusakan dan penyerangan Kantor Kementerian Dalam Negeri pada Rabu, 11 Oktober 2017  oleh massa demonstran penolak hasil Pilkada Tolikara.

"Orang Papua bisa ditertawakan. Itu tidak boleh, kalian ini bikin malu negara ini  bagaimana honai pemerintah kalian hancurkan  ini tidak boleh," kata Enembe, di Jayapura, Senin (16/10/2017).

Enembe menyebutkan selain merusak dan menyerang, demonstran juga melarang staf gubernur masuk ke Kemendagri. “Bahkan di ancam, apa yang di lakukan itu saya tidak mengerti,” ujar Enembe menambahkan.

Ia berharap masyarakat Papua belajar demokrasi secara baik dan menunjukan terbaik bagi bangsa.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan pelaku penyerangan sudah menunggu dua bulan. 

“Kegiatannya spontan, karena sudah dua bulan di situ, menunggu kepastian dari Kemendagri," kata Argo, dalam pernyataan  yang ditulis Tempo.co, Kamis, 12 Oktober 2017.

Argo mengatakan sudah menetapkan sejumlah tersangka dalam penyerangan pada Rabu, 11 Oktober 2017. “ Mereka melakukan perusakan dan penganiayaan karena ada perbedaan pendapat soal hasil Pilkada di Tolikara,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pendataan warga, Dinsosdukcapil : ada PNS dan pemakai emas masuk keluarga miskin

Selanjutnya

Lukas Enembe : Papua itu merah putih

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4800x views
Nasional & Internasional |— Jumat, 05 Oktober 2018 WP | 4690x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4182x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 3623x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe