Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Pendaftar PPD dan PPS di Jayawijaya terkendala syarat
  • Senin, 16 Oktober 2017 — 19:11
  • 1072x views

Pendaftar PPD dan PPS di Jayawijaya terkendala syarat

Hal ini menimbulkan pendaftar masih minim.
Masyarakat saat mendaftar sebagai petugas PPD dan PPS di kantor KPU Jayawijaya-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Pendaftar petugas Panitia Pemilihan Distrik (PPD) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kampung di KPU Jayawijaya terkendala persyaratan. Hal ini menimbulkan pendaftar masih minim.

“Baru mencapai 439 orang untuk PPD dan 165 orang untuk PPS,” kata Komisioner devisi sosialisasi dan SDM KPU Jayawijaya, Markus Way, kepada wartawan di Kantor KPU Jayawijaya, Senin (16/10/2017).

Ia menyebutkan  ada beberapa kendala yang dihadapi saat pendaftaran PPD dan PPS, di antaranya banyak kepala kampung dengan ketua RT yang selama ini menjadi petugas di PPD dan PPS tak memenuhi syarat standar ijazah.

Padahal syarat menjadi petugas sesuai dengan PKPU nomor 12 tahun 2017 yang menganjurkan PPD dan PPS wajib berijazah SMU atau SMK dan sederajat.

“Sehingga petugas lama tidak terima lagi, bahkan beberapa kepala kampung datang dan mengadu jika mereka tidak ingin petugas PPD dan PPS berasal dari luar distrik maupun kampung mereka,” kata Markus menjelaskan.

Markus mengakui hal itu menjadi masalah, namun KPU tetap mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan.

KPU Jayapura menyarankan kepada mereka yang protes agar menunggu, karena KPUD Jayawijaya sedang konsultasi dengan KPU provinsi. “Apakah ada kebijakan lebih lanjut di luar regulasi atau tidak, kalau memang tidak ada maka KPU Jayawijaya tetap berpegang pada regulasi,” katanya.

Ketua KPU Jayawijaya, Adi Wetipo mengatakan  lembaganya akan menerima berkas dan memverifikasi kelengkapan yang dimasukan calon pendaftar. “Kemudian dilakukan tahapan seleksi tertulis dan uji kelayakan dan kepatutan,” kata Adi.

Menurut dia, calon pendaftar yang telah bertugas sebagai PPD dan PPS selama dua periode tidak diperkenankan kembali mendaftar. Hal ini mengacu aturan PKPU nomor 12 tahun 2017 pasal 18 huruf k. “Bahwa seseorang belum pernah menjabat dua kali sebagai anggota PPK, PPS dan KPPS. Berarti yang menjabat sebanyak dua kali tidak dapat mendaftar lagi,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Mahasiswa Jayawijaya memalang gerbang kantor BKD

Selanjutnya

Seluruh masyarakat diminta bergandeng tangan bangun Tolikara

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6216x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5792x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3973x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe