Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Ketua DPRD Merauke tak sependapat langkah Kadistrik Okaba tahan gaji guru
  • Senin, 16 Oktober 2017 — 22:39
  • 1136x views

Ketua DPRD Merauke tak sependapat langkah Kadistrik Okaba tahan gaji guru

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa, tidak mendukung langkah Kepala distrik Okaba yang menahan gaji guru karena tidak menjalankan tugas.
Anak-anak di kampung Wambi, distrik Okaba, kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa, tidak mendukung langkah Kepala distrik Okaba yang menahan gaji guru karena tidak menjalankan tugas.

“Bagi saya, apa yang dilakukan Kadistrik Okaba menahan gaji guru bukan merupakan kewenangan yang bersangkutan. Mestinya sebelum gaji ditahan, perlu melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Pendidikan dan Pengajaran kabupaten Merauke,” katanya saat ditemui Jubi di ruang kerjanya, Senin (16/10/2017).

Dikatakan, pasti banyak alasan sehingga guru tak melaksanakan tugasnya. Ini juga perlu dibicarakan serta dikoordinasikan bersama kembali sehingga tak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Disinggung jika Kadistrik Okaba sudah melakukan koordinasi bersama dinas terkait namun guru-guru tetap enggan ke tempat tugas, Fransiskus menegaskan jika demikian laporkan saja ke DPRD Merauke supaya Dewan bisa mengambil langkah cepat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Distrik Okaba, Fransiskus Kamijay, menahan gaji 20 guru di distrik Okaba karena tidak menjalankan tugas.

Saat bertemu Jubi di Okaba, Fransiskus Kamijay mengatakan langkahnya menahan gaji guru sangat mendasar karena mereka tak pernah berada di tempat tugas. Akibatnya, anak-anak yang nota bene orang asli Papua, jadi ditelantarkan.

Meskipun sejumlah guru sedang melanjutkan studi di kota, namun seharusnya mereka melaporkannya terlebih dahulu.

“Kan mereka pergi secara diam-diam. Sehingga banyak orang tua mengeluh lantaran anaknya diabaikan dalam pendidikan. Dari situ, saya mengambil langkah menahan gaji mereka,” tegasnya.

“Jika mereka sudah di tempat tugas, gajinya akan saya serahkan. Sepanjang belum ada, tetap saya tahan. Silakan kalo orang menilai saya tidak baik. Saya hanya mau perjuangkan hak anak-anak. Saya tidak mau pendidikan mereka terlantar,” tuturnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Hingga kini, 24 anggota DPRD Merauke belum kembalikan mobil dinas

Selanjutnya

Balai TN Wasur Merauke rutin patroli untuk padamkan api

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6267x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5849x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 4012x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe