Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pertukaran siswa Arktik - Pasifik untuk eksplorasi budaya asli
  • Selasa, 17 Oktober 2017 — 07:16
  • 905x views

Pertukaran siswa Arktik - Pasifik untuk eksplorasi budaya asli

Isolasi secara geografis, hubungan dengan tanah, kolonialisme dan pertempuran melawan perubahan iklim, hanyalah beberapa kesamaan yang mendorongnya memprakarsai program pertukaran informasi tersebut.
Sekelompok siswa dari Palau saat mengikuti program pertukaran ini di Kanada bagian utara. – RNZI/ Supplied by Danko Taborosi
RNZI
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Pohnpei, Jubi – Seorang ilmuwan lingkungan hidup berharap sebuah program pertukaran yang baru antara masyarakat Arktik dan pulau-pulau di Mikronesia akan menghasilkan suara yang lebih kuat untuk melawan perubahan iklim.

Tur iklim “Coral and Ice Exchange” yang pertama telah membawa sekelompok siswa dari Negara Federasi Mikronesia dan Palau ke Kanada dan Greenland.

Diselenggarakan oleh Research and Education Initiative (Inisiatif Penelitian dan Pendidikan) yang berkantor di Pulau Pohnpei, Republik Federasi Mikronesia, tur tersebut menunjukkan kepada siswa-siswa asli Pasifik secara langsung budaya asli Arktik serta dampak perubahan iklim.

Direktur Inisiatif tersebut, Danko Taborosi, mengatakan bahwa pertukaran tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menghubungkan masyarakat di Pasifik dan di Arktik, yang menurutnya memiliki banyak kesamaan.

Dr. Taborosi mengatakan isolasi secara geografis, hubungan dengan tanah, kolonialisme dan pertempuran melawan perubahan iklim, itu hanyalah beberapa kesamaan yang mendorongnya memprakarsai program pertukaran informasi tersebut.

“Jika kita ingin menciptakan kesempatan bagi mereka untuk saling bertemu dan memperluas pandangan mereka melalui sebuah cara yang memungkinkan mereka untuk melihat ada orang-orang lain yang jauh, menghadapi masalah yang sama, hal itu memungkinkan mereka untuk bertindak bersama-sama dalam skala global suatu hari nanti dan memperkuat suara mereka terhadap perubahan iklim.”(Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Kepulauan Solomon bangun pabrik baru pengolahan tuna

Selanjutnya

Phillip Miriori: Masyarakat Bougainville versus BCL

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2882x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2603x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1511x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1306x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe