Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Phillip Miriori: Masyarakat Bougainville versus BCL
  • Selasa, 17 Oktober 2017 — 07:22
  • 694x views

Phillip Miriori: Masyarakat Bougainville versus BCL

Salah satu langkah penting dalam proses itu akhir-akhir ini adalah usaha kita melindungi diri kita dari upaya mengembalikan BCL ke Panguna tanpa persetujuan kita.
Masyarakat Bougainville dengan bangga mengenakan kaos yang artinya Tolak BCL Selamanya – Asia Pacific Report/Meekamui.
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Bougainville, Jubi - Seperti yang telah kita semua ketahui, masyarakat Bougainville telah melewati sejarah yang sulit akibat bencana bertubi-tubi yang diakibatkan oleh operasi tambang di Panguna, yang saat itu dimiliki dan dioperasikan oleh Bougainville Copper Limited (BCL).

Salah satu isu utama yang menyebabkan perang sipil diantara kita, mengakibatkan tewasnya sekitar 20.000 jiwa dari teman-teman dekat dan keluarga, adalah cara kita diperlakukan oleh BCL: memasuki tanah kita tanpa persetujuan, meracuni kebun-kebun dan kehidupan kita, menyingkirkan gunung dan bukit kita, mengundang militer dan mengabaikan pendapat kita, tanpa memberi kompensasi yang adil.

Sejak berakhirnya konflik sipil, BCL tidak melakukan upaya apapun untuk menyelesaikan kerusakan yang mereka akibatkan terhadap masyarakat, tanah, dan sungai, bahkan, mereka menolak tanggung jawab apapun.

Apakah mereka tidak belajar dari sebelumnya atau mengira kita telah lupa?

Kita telah berjuang keras untuk melindungi diri. Undang-undang pertambangan Bougainville yang baru mengalihkan kepemilikan mineral-mineral ke para pemilik tanah. Akibatnya, tidak ada yang bisa ‘menyentuh’ mineral kita tanpa persetujuan kita.

Sebagai anggota dari Special Mining Lease Osikaiyang Landowners Association (Asosiasi Pemilik Tanah dan Ijin Pertambangan Khusus Osikaiyang, SMLOLA) sekarang berada dalam posisi yang kuat untuk membuat BCL, Autonomous Bougainville Government (Pemerintah Otonom Bougainville, ABG) dan seluruh dunia menghormati pendapat kita.

Salah satu langkah penting dalam proses itu akhir-akhir ini adalah usaha kita melindungi diri kita dari upaya mengembalikan BCL ke Panguna tanpa persetujuan kita.

Kita harus menggunakan jalur pengadilan untuk memastikan suara kita didengarkan dan hasilnya merupakan proses mediasi yang penting, di sini, di tanah kita di Dapera.

Proses mediasi

Proses mediasi diprakarsai oleh saya untuk mencoba membantu menyelesaikan sebuah tantangan terhadap kepemimpinan saya di SMLOLA oleh Lawrence Daveona, terlepas dari kenyataan bahwa dia tidak mengikuti kebiasaan yang ada dalam menghormati posisi kepemimpinan saya, posisi yang merupakan hak saya sejak lahir.

Dia ingin BCL kembali beroperasi, terlepas dari semua hal yang telah mereka lakukan dimasa lalu, yang ditentang oleh mayoritas anggota kita, seperti yang ditunjukkan oleh petisi menentang kembalinya BCL yang sekarang telah didukung oleh sekitar 2.000 anggota bersatu untuk mengatakan “Tidak kepada BCL”.

Saya percaya bahwa kita semua dapat bersatu untuk melindungi masyarakat kita dari kembalinya BCL dan saya berjanji akan melakukan semua hal untuk melakukan itu dengan Mr Daveona dan ABG.

Tujuan utama mediasi adalah untuk mencoba menyelesaikan tantangan terhadap kepemimpinan saya dari SMLOLA oleh Daveona. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk mengakomodasi dia karena kesatuan akan lebih bermanfaat bagi kita semua dan masa depan Bougainville.

Salah satu tujuan berharga lainnya yang telah datang dari mediasi, dan saya telah berkomitmen untuk mengupayakan ini, adalah untuk lebih menyelaraskan konstitusi asosiasi kita dengan adat dan tradisi Nasioi kita, memindahkan proses pengambilan keputusan penting ke sistem klan kita yang telah berjalan sejak dahulu kala.

Saya sangat mendukungnya dan mendorong setiap orang untuk berpartisipasi karena saya yakin ini akan membantu dalam pembagian keuntungan yang lebih adil untuk semuanya jika BCL buka kembali.

Mediasi selama beberapa minggu terakhir juga memberi perempuan kita, pemilik-pemiliki tanah kita, kesempatan untuk berdiri dan didengarkan. Beberapa dari mereka menentang pertambangan dan salah satu tugas penting saya adalah bekerja sama dengan mereka karena saya percaya kemerdekaan Bougainville sangat penting dan pertambangan yang dilakukan secara bertanggung jawab dan dengan pihak yang dapat kita percaya, yang akan menunjukkan rasa hormat dan keadilan kepada kita, akan memungkinkan kita untuk sampai di sana (kemerdekaan) lebih cepat.

Sebagai bagian dari proses itu, dalam peran saya sebagai Ketua SMLOLA dan penatua dari klan kita, saya telah bekerja keras untuk menarik perusahaan pertambangan internasional yang memiliki riwayat baik dalam bidang sosial dan lingkungan untuk memastikan bahwa tambang tersebut dapat dikembangkan dengan baik dan terintegrasi sepenuhnya ke dalam komunitas lokal kita.

Perubahan hukum yang revolusioner

Sejak undang-undang penambangan transisional baru disahkan pada tahun 2014, saya bekerja dengan Presiden Momis dan kedua Menteri Pertambangan, Michael Oni dan Robin Wilson. Pada hari undang-undang tersebut disahkan, saya diundang untuk bertemu dengan Presiden Momis di Parlemen ABG untuk merayakannya, yang memberi kepemilikan atas tanah dan mineral kembali ke pemilik tanah sebagai upaya untuk memperbaiki berbaga penindasan terhadap kita di masa lalu.

Mereka lalu, bersama kita, menentang kembalinya BCL dan mendukung usaha kita hingga bulan Maret lalu. Mereka tidak lagi melibatkan kita dan memulai kampanye publik yang mendukung BCL dan Daveona untuk menantangan kepemimpinan saya.

Sangat mengecewakan melihat beberapa pihak mencoba untuk menyesatkan kita.

Terlepas dari posisi ABG saat ini, kita yakin akhirnya mereka akan mendengar pendapat kita – “Tidak kepada BCL!”. Kita tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan mereka untuk menemukan solusi di mana semua pihak dapat menang, termasuk ABG.

Kita harus berbicara secara terbuka dan hormat untuk menemukan solusi yang adil. Semua hukum dan pendapat harus dihormati dan kita akan terus memperjuangkan itu bagi anggota kita.(Asia Pasific Report/Elisabeth C.Giay)

*Phillip Miriori adalah Ketua SMLOLA dan penatua dari klan Nasioi.

loading...

Sebelumnya

Pertukaran siswa Arktik - Pasifik untuk eksplorasi budaya asli

Selanjutnya

Pemerintah PNG berencana bentuk Komisi HAM

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe