Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bali NTT
  3. Pergerakan magma Gunung Agung masih terdeteksi
  • Selasa, 17 Oktober 2017 — 17:01
  • 2080x views

Pergerakan magma Gunung Agung masih terdeteksi

"Pergerakan magma masih ada seiring adanya aktivitas kegempaan Gunung Agung yang terus berfluktuatif, dan mengindikasikan bahwa terjadi fluida magmatik yang bergerak ke atas," ujar Kasbani saat ditemui di Pos Pemantauan Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Selasa.
Warga memotret saat kembali ke rumahnya yang masuk dalam radius 12 km dari kawah Gunung Agung, di Desa Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu (11/10/2017). (ANTARA/Wira Suryantala)
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Bali, Jubi - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM, Kasbani mengatakan, pergerakan magma Gunung Agung terdeksi masih terjadi aktivitas dengan total kegempaan vulkanik dan tektonik lokal rata-rata di atas 500 kali per hari.

"Pergerakan magma masih ada seiring adanya aktivitas kegempaan Gunung Agung yang terus berfluktuatif, dan mengindikasikan bahwa terjadi fluida magmatik yang bergerak ke atas," ujar Kasbani saat ditemui di Pos Pemantauan Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Selasa.

Ia menegaskan, sejumlah gas fluida magmatis ini sudah sebagian dikeluarkan dari kawah Gunung Agung sehingga terdeteksi pada Senin (16/10) tercatat aktivitas kegempaan (vulkanik dan tektonik) mencapai 593 kali dengan rincian aktivitas vulkanik dalam sebanyak 409 kali, vulkanik dangkal 134 kali dan tektonik lokal 50 kali.

Untuk sementara ini, tercatat aktivitas kegempaan Gunung Agung di Pos Pantau untuk aktivitas vulkanik dalam mencapai 99, vulkanik dangkal 38 kali dan tektonik lokal 20 kali.

"Gas fluida magmatis yang dikeluarkan kawah Gunung Agung dalam bentuk asap yang mengandung uap air dan gas-gas lainnya mengindikasikan bahwa masih berpotensi terjadinya erupsi. Namun, dengan keluarnya gas ini sudah dipastikan terjadi pelepasan energi dasar kawah," ujarnya.

Dari pos pemantauan, tutur Kasbani, terlihat Gunung Agung mengeluarkan hembusan asap putih yang cukup tebal dengan ketinggian 200-300 meter dari puncak, yang menandakan adanya pelepasan energi berbentuk gas dari kawah gunung tertinggi di Bali ini.

"Hembusan asap ini memang sudah terjadi sejak lama, namun hari ini masih terpantau masih keluarnya hembusan asap setinggi 200-300 meter, sehingga dapat diartikan aktivitas vulkanik Gunung Agung masih tetap ada," ujarnya.

Oleh karenanya, PVMBG masih menetapkan level awas Gunung Agung hingga saat ini. "Kami akan terus pantau ini dan berharap penurunan aktivitas Gunung Agung terjadi secara gradual," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

80 KK di Naktuka kantongi KTP Timor Leste

Selanjutnya

Gunung Batu Tara meletus setiap 20 menit

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9825x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6404x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6050x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4697x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe