Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Legislator Papua sebut Kejari Jayapura tebang pilih
  • Selasa, 17 Oktober 2017 — 17:10
  • 651x views

Legislator Papua sebut Kejari Jayapura tebang pilih

"Kejaksaan terkesan cepat mengeksekusi tersangka dan terpidana tertentu. Tapi ada terpidana yang hingga kini bebas berkeliaran, yakni Sekda Kota Jayapura, RD Siahaya. Ini ada apa?" kata Boy, Selasa (17/10/2017).
Ilustrasi kantor Kejari Jayapura - Jubi.Dok
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, Boy Markus Dawir (BMD) menilai Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura, Papua, tebang pilih dalam eksekusi tersangka dan terpidana korupsi.

Katanya, Kejari Jayapura terkesan cepat bertindak mengeksekusi tersangka dan terpidana korupsi tertentu, karena ada terpidana lain yang hingga kini masih berkeliaran.

Ia mencontohkan, tersangka Bupati Biak Numfor, Thomas Alfa Edison Ondi, yang kini dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Abepura dan John Ibo, Sekretaris Komisi II DPR Papua, telah dieksekusi karena sudah ada putusan Mahkamah Agung (MA).

"Kejaksaan terkesan cepat mengeksekusi tersangka dan terpidana tertentu. Tapi ada terpidana yang hingga kini bebas berkeliaran, yakni Sekda Kota Jayapura, RD Siahaya. Ini ada apa?" kata Boy, Selasa (17/10/2017).

Menurutnya, sejak, 19 Oktober 2016, sudah ada putusan MA terhadap Sekda Kota Jayapura, RD Siahaya. Namun hingga kini kejaksaan belum melakukan eksekusi dengan berbagai alasan.

"Kalau mau tegakkan hukum, segera eksekusi. Kalau tidak, patut dipertanyakan apakah ada sesuatu di balik ini. Kalau Sekda Kota Jayapura masih berkeliaran, alangkah baiknya mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Thomas Ondi, sebagai tahanan kota. Jangan terkesan ada kesan kerja sesuai titipan sponsor," ujarnya.

Katanya, Thomas Ondi juga punya hak berstatus tahanan kota, karena belum ada putusan hukum mengikat. Selain itu ia dapat melaksanakan tugas pemerintahan, sambil menunggu sidang, karena hingga kini masih berstatus bupati Biak Numfor.

"Thomas Ondi kan statusnya masih tersangka, dalam penyidikan. Belum menjadi terdakwa atau masuk proses penuntutan, belum ada putusan pengadilan. Kenapa yang sudah sah sebagai terpidana, berkekuatan hukum tetap, masih berkeliaran di luar, apa bedanya," katanya.

Dikatakan, kalaupun RD Siahaya mengajukan peninjauan kembali (PK) terhadap putusan MA yang mengajukan kasasi kejaksaan ketika ia divonis bebas pengadilan tindak pidana korupsi, itu bukan alasan.

"Kalau PK kan, tidak tahu kapan turun. Silakan ajukan PK, tapi tetap harus ditahan, sambil menunggu hasil PK," ucapnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura, Akmal Abbas mengatakan, pihaknya tidak tebang pilih dalam eksekusi terpidana korupsi yang sudah memiliki putusan tetap MA.

"Siapa yang duluan putusannya, itu yang duluan dieksekusi. Kami hanya mengikuti putusan MA," kata Akmal Abbas kepada Jubi pekan lalu.

Menurutnya, salah satu pejabat di wilayah hukum Kejari Jayapura yang akan segera dieksekusi adalah Sekda Kota Jayapura, RD Siahaya. Dalam waktu Kejari Jayapura dekat akan melayangkan panggilan ketiga kepada yang bersangkutan.

"Ya kami akan panggil lagi untuk ketiga kalinya dalam waktu dekat. Ini hanya masalah waktu, cepat atau lambat, tidak mengurangi hukuman terhadap yang bersangkutan," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pilgub Papua 2018, nama calon mulai muncul

Selanjutnya

Jelang pilkada 2018, Polda Papua analisis tiga daerah rawan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe