Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Balai TN Wasur Merauke rutin patroli untuk padamkan api
  • Rabu, 18 Oktober 2017 — 11:05
  • 732x views

Balai TN Wasur Merauke rutin patroli untuk padamkan api

Kepala Balai Taman Nasional (TN) Wasur di kabupaten Merauke, Donald Hutasoit, mengungkapkan pihaknya terus melakukan patroli rutin untuk memadamkan api di sejumlah titik yang diidentifikasi terjadi kebakaran di wilayah taman nasional tersebut.
Kebakaran hutan di salah satu lokasi di distrik Muting, kabupaten Merauke, setahun silam – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi - Kepala Balai Taman Nasional (TN) Wasur di kabupaten Merauke, Donald Hutasoit, mengungkapkan pihaknya terus melakukan patroli rutin untuk memadamkan api di sejumlah titik yang diidentifikasi terjadi kebakaran di wilayah taman nasional tersebut.

Hal itu disampaikan Hutasoit di ruang kerjanya, Selasa (17/10/2017).

“Luas wilayah TN Wasur sekitar 431 juta hektar. Kami memang tak bisa menjangkau seluruhnya. Namun, begitu mengetahui ada lokasi yang terbakar, petugas langsung menuju ke titik api dan memadamkannya secara manual,” ujarnya.

Secara umum, katanya, yang membakar hutan adalah masyarakat. Tujuannya, setelah hutan terbakar, mereka dapat melakukan perburuan tradisional. Kebiasaan tersebut sering dilakukan saat musim kemarau.

“Dalam setiap kesempatan, kami selalu mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar hutan, karena dampaknya sangat besar. Satwa yang ada di  kawasan taman nasioanl akan lari ke tempat lain,” tuturnya.

Ditanya berapa luasan lahan yang terbakar, Hutasoit mengaku pihaknya belum menghitung secara keseluruhan, karena kebakaran tersebut tidak hanya di satu titik. 

“Ya, banyak titik, sehingga belum dapat dihitung secara menyeluruh,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Sota, Iptu Ma’aruf, yang dihubungi melalui telpon selulernya mengaku menjelang musim kemarau pihaknya sering ke kampung-kampung berpatroli sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak membakar hutan.

“Setiap tahun, saya pasti mengunjungi masyarakat di kampung sekaligus mengingatkan mereka untuk tidak membakar hutan. Jika hutan dibakar, dipastikan satwa di dalamnya akan pindah ke tempat lain,” ungkap dia. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Ketua DPRD Merauke tak sependapat langkah Kadistrik Okaba tahan gaji guru

Selanjutnya

Ratusan jenis burung hidup di kawasan TN Wasur

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe