Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Pasar lama Sentani, ditata ulang atau ditutup 
  • Rabu, 18 Oktober 2017 — 16:26
  • 498x views

Pasar lama Sentani, ditata ulang atau ditutup 

Keberadaan pasar lama Sentani, yang terletak di distrik Sentani kabupaten Jayapura, menjadi perbincangan sejumlah tokoh masyarakat setempat. Kondisinya yang kurang layak, lalu lintas di sekitar pasar yang macet dan semrawut, serta tumpukan sampah yang selalu ditinggalkan para pedagang usai berjualan, memunculkan pertanyaan, apakah pasar tersebut masih layak dipertahankan atau ditutup saja.
Pasar lama Sentani di kabupaten Jayapura, para pedagang berjualan di bahu jalan - Jubi/Engel Wally 
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Keberadaan pasar lama Sentani, yang terletak di distrik Sentani kabupaten Jayapura, menjadi perbincangan sejumlah tokoh masyarakat setempat. Kondisinya yang kurang layak, lalu lintas di sekitar pasar yang macet dan semrawut, serta tumpukan sampah yang selalu ditinggalkan para pedagang usai berjualan, memunculkan pertanyaan, apakah pasar tersebut masih layak dipertahankan atau ditutup saja.

Tokoh masyarakat Sentani, Piter Ibo, mengaku miris melihat kondisi pasar lama Sentani yang setiap hari lalu lintas di pasar tersebut macet parah serta para pedagang lokal yang berebutan tempat jualan dengan tukang ojek.

"Kasihan sekali mereka. Hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mereka harus berdesak-desakan bahkan tak jarang harus beradu mulut dengan pemilik toko dan kios, serta tukang ojek, demi mendapat tempat jualan yang layak. Padahal dibilang layak juga tidak, karena lapak mereka berada tepat di pinggir jalan raya," kata Piter Ibo, saat ditemui Jubi di pasar lama Sentani, Rabu (18/10/2017).

Piter Ibo minta Pemkab Jayapura secepatnya membenahi dan menyelesaikan semua persoalan ini. Menurutnya, pemerintah harus tegas mengeluarkan kebijakan.

"Misalnya, pasar lama sudah tidak boleh digunakan atau ditutup. Pedagang sudah tidak boleh lagi berjualan di sekitar pasar lama. Pedagang diminta pindah ke pasar (baru) Pharaa atau pemerintah menyediakan tempat lain yang pastinya lebih layak dari lapak di pasar lama. Pemerintah harus tegas menyampaikan itu kepada masyarakat. Beri pengertian yang baik sehingga masyarakat juga dapat mengikuti apa yang menjadi arahan dan kebijakan pemerintah. Tempat ini harus ditata rapi sehingga orang yang berkunjung ke daerah ini juga mempunyai kesan baik," ujarnya.

Pendapat berbeda disampaikan Ketua Forum Kota (Forkot), Deniks Felle. Dia mengatakan yang terlihat di pasar lama Sentani, selain proses jual beli juga tumpukan sampah dari para pedangang yang enggan membuangnya di tempat yang sudah disediakan, usai mereka berjualan.

"Pasar ini masih dibutuhkan masyarakat karena masih banyak orang yang datang ke pasar ini, baik penjual maupun pembeli. Tapi pasar ini harus ditata ulang. Tidak bisa seperti sekarang ini, yang sama sekali tidak beraturan. Apalagi hasil jualan mereka ditaruh tepat di pinggir jalan raya. Padahal yang dijual itu makanan. Selain itu, setelah proses jual beli selesai, yang tersisa adalah sampah dari tempat-tempat yang digunakan untuk menaruh barang jualan mereka," ungkapnya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Pemkab Jayapura diminta perhatikan jalan Nimbokrang-Demta

Selanjutnya

Disperindag akan pindahkan pedagang di pasar lama Sentani

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe