Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Puluhan kampung di Mimika belum punya balai
  • Rabu, 18 Oktober 2017 — 18:15
  • 903x views

Puluhan kampung di Mimika belum punya balai

Sedangkan sebagian kampung lain yang sudah punya balai dalam kondisi rusak berat.
ilustrasi warga masyarakat memanfaatkan balai kampung untuk pertemuan, Jubi/dok
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Timika, Jubi- Sebanyak 37 kampung dari total 133 kampung yang ada di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, belum punya balai. Sedangkan sebagian kampung lain yang sudah punya balai dalam kondisi rusak berat.

“Itu data yang ada pada kami hingga 2017 ini. Sebanyak 37 kampung itu benar-benar belum miliki balai,  bukannya sudah rusak atau pernah ada," kata Kepala Bagian Pemerintahan Kampung Robert Kambu di Timika, Rabu. (18/10/2017)

Menurut Robert rata-rata kampung yang belum punya balai tersebut terletak di distrik  yang berada di wilayah pegunungan Mimika. Di antaranya di distrik Hoya, Alama dan sebagian dari distrik Tembagapura, Kita dan Jila.

“Sedangkan kampung  yang berada di dataran rendah termasuk wilayah pesisir sebagian besarnya telah memiliki balai kampung masing-masing,” kata Robert menambahkan.

Ia mencatat, paling parah di distrik Hoya dan Alama yang menunjukan semua kampungnya belum punya balai, sehingga menjadi dilema bagi warga maupun pemerintah saat hendak menggelar sosialisasi dan pertemuan warga.

Minimnya kepemilikan balai sejumlah kampung di kawasan pengunungan itu akibat dana yang diperlukan untuk membangun balai belum mencukupi.

Robert menyebutkan biaya pembangunan satu unit balai kampung di wilayah pegunungan sama dengan dua hingga tiga kali lipat biaya pembangunan satu unit balai kampung di wilayah pesisir atau dataran rendah.

Ia mencontohkan jika pembangunan satu unit balai kampung di pesisir membutuhkan biaya sebesar Rp 700 juta hingga  Rp 800 juta, maka untuk di pegunungan membutuhkan anggaran sebesar Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar.

Penyebabnya faktor transportasi untuk distribusikan bahan bangunan dari Timika ke pegunungan mahal karena hanya bisa menggunakan jalur transportasi udara.

Sementara itu sejumlah kepala kampung Kabupaten Yahukimo, memanfaatkan dana desa untuk merenovasi balai  kampung. Kepala Kampung Yanggalim, Sepanya Webi misalnya membangun balai kampung dan membantu biaya pendidikan anak-anak sekolah dari dana kampung yang dicairkan bulan agustus lalu.

"Dana desa sebelumnya yang kami terima sudah ada bangun berapa gedung dan yang masih ada yang harus dilengkapi, jadi kami akan melengkapi dari dana desa sekarang," kata Webi.

Dana desa di Kabupaten Yahukimo sudah mulai dibagikan sejak 17 Agustus lalu tanpa ada pemotongan biaya dalam penyalurannya. (*)

loading...

Sebelumnya

Paniai keluarkan surat keterangan domisili pengganti e-KTP

Selanjutnya

Minat jadi anggota PPD dan PPS di Paniai tinggi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe