Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Kepala kampung di Mimika buta aksara berjumlah ratusan
  • Rabu, 18 Oktober 2017 — 22:21
  • 862x views

Kepala kampung di Mimika buta aksara berjumlah ratusan

"Hampir saratusan kepala kampung di Mimika buta aksara. Berdasarkan data yang kami miliki, tidak lebih dari 20 kepala kampung berijazah SMP sedangkan lainnya itu sama sekali belum pernah mengenyam pendidikan format dan sebagian kecil putus sekolah pada jenjang SD," kata Kepala Bagian Pemerintahan Kampung Sekretariat Daerah (Setda) Mimika Robert Kambu, di Timika, Rabu, (18/10/2017).
Kepala Bagian Pemerintahan Kampung Setkab Mimika Robert Kambu (Foto: Antara Papua/Jeremias Rahadat)
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Timika, Jubi - Menurut data Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, ada sekitar seratusan kepala kampung di daerah Mimika, yang buta aksara atau tidak memiliki kemampuan membaca dan menulis.

"Hampir saratusan kepala kampung di Mimika buta aksara. Berdasarkan data yang kami miliki, tidak lebih dari 20 kepala kampung berijazah SMP sedangkan lainnya itu sama sekali belum pernah mengenyam pendidikan format dan sebagian kecil putus sekolah pada jenjang SD," kata Kepala Bagian Pemerintahan Kampung Sekretariat Daerah (Setda) Mimika Robert Kambu, di Timika, Rabu, (18/10/2017).

Ia mengatakan terkait permasalahan tersebut maka Bagian Pemerintahan Kampung mengagendakan pemilihan kepala kampung secara serentak di sebanyak 133 kampung pada 2018. 

Pemilihan kepala kampung secara serentak tersebut bertujuan untuk memiliki kepala kampung termasuk perangkatnya, sesuai dengan syarat-syarat yang berlaku saat ini, misalnya seorang kepala kampung minimal berijazah SMP, sedangkan para Kepala Urusan (Kaur) minimal berijazah SMA termasuk anggota Badan Musyarawah Kampung (Bamuskam) yang minimal berijazah SMP atau SMA.

Selain itu, dilakukannya pemilihan kepala kampung secara serentak juga bertujuan untuk menyeragamkan masa jabatan kepala kampung di wilayah itu, yang juga dinilai masih menggunakan aturan yang lama yaitu menjabat selama lima tahun padahal sesuai dengan aturan yang baru, jabatan kepala kampung selama enam tahun.

"Ada kepala kampung yang masa jabatannya sudah habis ada yang tinggal dua tahun atau satu tahun untuk itu perlu dilakukan pemilihan ulang secara serentak. Kami akan ajukan untuk diakomodir pada APBD Induk 2018 nanti," ujarnya. 

Namun lebih dari itu, Robert menyoroti kapasitas aparat kampung yang harus dibenahi karena berkaitan dengan kemampuan mengelolah dana desa, alokasi dana desa dan dana stimulan yang dinilai cukup besar setiap tahunnya. 

"Mereka itu yang akan menentukan maju dan mundurnya kampung. Dengan dana yang besar apakah mereka bisa mengelolanya dengan baik sehingga pembangunan di kampung bisa berjalan, termasuk muali dari penyusunan APBK sampai pada pelaksanaan program kerja," ujarnya. 

Ia menambahkan, kemampuan aparat kampung sangat berpengaruh pada pembangunan di kampung. Untuk itu menjadi mutlak para aparat kampung di 133 kampung yang ada harus memiliki kapasitas untuk mewujudkan nawacita Presiden yaitu membangun dari kampung. (*)

loading...

Sebelumnya

Misionaris GIDI dan Kopkedat Papua bantu pelayanan kesehatan di Korowai

Selanjutnya

Pelayanan kesehatan di Korowai diharapkan jadi prioritas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe