Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sumatera
  3. Aceh Barat tetapkan status tanggap darurat bencana
  • Kamis, 20 Oktober 2016 — 15:21
  • 440x views

Aceh Barat tetapkan status tanggap darurat bencana

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh menetapkan status tanggap darurat bencana alam banjir dan tanah longsor selama 14 hari dimulai sejak 17 Oktober hingga 30 Oktober 2016.
Seorang perempuan tengah terjebak air banjir di Kabupaten Aceh Barat. –tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Meulaboh, Jubi - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh menetapkan status tanggap darurat bencana alam banjir dan tanah longsor selama 14 hari dimulai sejak 17 Oktober hingga 30 Oktober 2016.

Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Teuku Syahluna Polem di Meulaboh, Rabu mengatakan, air banjir luapan Sungai Woyla akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi pada sebagian kawasan berangsur surut. Namun, masih ada beberapa desa yang terisolisasi.

"Ada berapa desa sampai airnya hingga 120 sentimeter, kemudian hari ini juga masih ada beberapa lagi desa memang masih terisolir seperti Puloe Teungoh, Napai, Alu Leuhop," katanya dalam konferensi pers di kantor BPBD setempat.

Dia menyampaikan, beberapa unit perahu karet disiagakan di lokasi banjir untuk mengevakuasi warga yang terkurung banjir seperti dialamai ratusan warga di pemukiman Alu Leuhop, Kecamatan Woyla Barat serta Desa Gunong Puloe.

Syahluna menjelaskan, hari keempat status tanggap darurat bencana oleh kepala daerah, semua unsur terlibat dalam penanganan bencana alam banjir telah melakukan evakuasi warga serta menyediakan titik pengungsian.

Selain menerjang pemukiman dan rumah penduduk, bencana alam banjir besar kedua sepanjang 2016 itu telah memutuskan akses jalan lintas kecamatan di Pribu-Woyla sepanjang 50 meter, serta beberapa titik ruas badan jalan lainnya yang masih didata.

"Sejak kemarin kita sudah keliling dan menuju ke semua kawasan yang bisa terakses. Jalan rusak di lintasan Pribu-Woyla, itu putus total diterjang banjir. Anggota kami sudah datang ke sana membangun jembatan tangap darurat agar bisa dilewati sementara," sebutnya di dampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik Iraidi Yus.

Lebih lanjut dikatakan, terhadap potensi banjir meluas masih ada kemungkinan terjadi melihat tingginya intensitas curah hujan, sementara kondisi luapan sungai Woyla juga masih terjadi sehingga rumah penduduk masih terendam 30-120 sentimeter. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Bupati Yahukimo minta Presiden Jokowi mekarkan Eroma dan Yalimek

Selanjutnya

Korban kecelakaan lalin didominasi pelajar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32871x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8918x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6425x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5707x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5579x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe