Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. Gubernur Enembe puji Presiden soal infrastruktur
  • Kamis, 19 Oktober 2017 — 16:21
  • 526x views

Gubernur Enembe puji Presiden soal infrastruktur

Enembe menilai kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla banyak mengeluarkan kebijakan pembangunan untuk Papua.
Presiden Jokowi saat berkunjung ke Papua - Jubi/Alex
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Gubernur Papua, Lukas Enembe, memuji presiden Joko Widodo yang dinilai berhasil membangun infrastruktur di wilayah paling timur Indonesia. Enembe menilai kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla banyak mengeluarkan kebijakan pembangunan untuk Papua.

"Kepemimpinan beliau memasuki tiga tahun, dan pembangunan infrastruktu di Papua sangat luar biasa," kata Enembe, di Jayapura, Kamis (19/10/2017).

Ia mengklaim, banyak perubahan terjadi di Papua sejak pembangunan jalan trans Papua dibuka. Hal ini dilakukan untuk menembus daerah terisolir di pedalaman. Selain itu pembangunan Bandar Udara (Bandara) di Sorong, Papua Barat, Mimika, Merauke dan Jayapura.

"Kita bisa lihat saja sekarang pembangunan infrastruktur banyak, hanya pelabuhan yang belum di bangun oleh Jokowi," kata Enembe menjelaskan.

Kebijakan lain pemerintahan Jokowi untuk Papua adalah penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan semen. “Bertahun-tahun kita berjuang, presiden ganti presiden, tapi Pak Jokowi ini sangat luar biasa dengan kebijakannya," ujarnya.

Hanya saja, dirinya menyayangkan meskipun harga BBM sudah satu harga, namun masih ada oknum-oknum tertentu yang bermain. Ia mengaku sudah dapat laporan banyak ada indikasi permainan oknum yang menyebabkan harga BBM lebih mahal di Papua.

“Pak Jokowi sudah memerintahkan saya untuk mengawasi masalah ini," katanya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Yunus Wonda mengatakan perhatian Jokowi membangun jalan di Provinsi Papua dan Papua Barat tidak semata menghubungkan antar kota dan kabupaten untuk membuka keterisolasian.

“Namun untuk menurunkan angka kemahalan kebutuhan dan barang,” kata Yunus.

Ia menjelaskan, dalam sejarah presiden sering datang ke Papua. Itu terjadi sejak integrasi Papua ke wilayah Indonesia 1 Mei 1963. “Inilah bentuk perhatian Jokowi untuk membangun Papua," kata Yunus menjelaskan.

Meskipun demikian, ia menilai masih ada yang belum bisa dikerjakan oleh kabinetnya. Yunus menyebutkan pasar mama-mama Papua yang sampai hari ini belum diresmikan.  Padahal keberadaan pasar mama-mama Papua itu hanya persoalan pelepasan aset. 

“Jadi kami lihat kinerja BUMN yang menangani pasar mama-mama Papua belum maksimal," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

ASN pemprov Papua bakal membengkak

Selanjutnya

Dinyatakan kalah PTUN, Perda miras Papua masih berlaku

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe