Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Pelayanan kesehatan di Korowai diharapkan jadi prioritas
  • Kamis, 19 Oktober 2017 — 23:06
  • 1184x views

Pelayanan kesehatan di Korowai diharapkan jadi prioritas

"Kalaupun ada, pelayanannya hanya batas Kampung Mabul. Yang ada itu pengobatan yang dilakukan gereja," kata penginjil suku Unaukam ini.
Masyarakat Kampung Ayak saat hadir pada pelayanan pengobatan misionaris GIDI dan Kopkedat Papua - Agus Pabika/Jubi
Agus Pabika
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Danowage, Jubi - Pelayanan kesehatan di Kampung Ayak, Distrik Kolofbrasa, Kabupaten Asmat, tidak pernah diperhatikan pemerintah daerah, kendati sudah ada kepala kampung.

Hal tersebut disampaikan penginjil Gereja Reformasi Papua (GJRP) Kampung Ayak, Saul Wisal, ketika tim dari Gereja Injili di Indonesia (GIDI) dan Komunitas Pelayanan Kemanusiaan Daerah Terpencil (Kopkedat) Papua, melakukan pelayanan kesehatan di kampung tersebut, Kamis (19/10/2017). 

Ia mengatakan pemerintah Kabupaten Asmat, tidak pernah berkunjung untuk melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Ayak.

"Kalaupun ada, pelayanannya hanya batas Kampung Mabul. Yang ada itu pengobatan yang dilakukan gereja," kata penginjil suku Unaukam ini.

Lanjutnya, ketika ada orang sakit parah dan butuh berobat, mereka harus membawanya ke Dekai menggunakan sampan melewati jalur sungai, selain itu ada pula yang berjalan kaki.

"Kalau pakai perahu katinting, berangkat pukul 6 pagi sampai di Dekai pukul 3 atau 4 sore. Sementara jalan kaki, bisa semalaman, dan itu pun harus istirahat tidur, kemudian lanjut lagi ke Dekai. Jika ke Yahukimo terlalu jauh," katanya.

Salah satu warga Kampung Butukmahkot, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Yohanes Bongkatun, mengatakan hal yang sama. Pelayanan kesehatan dan pendidikan tidak diperhatikan di wilayahnya.

"Ada obat yang dikirim ke Burukmahkot tapi tidak ada petugas yang melayani. Sehingga tidak digunakan, malah ada yang dibuang begitu saja," katanya.  (*)

loading...

Sebelumnya

Kepala kampung di Mimika buta aksara berjumlah ratusan

Selanjutnya

Lima daerah di Korowai, diminta jadi perhatian serius Pemprov Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6275x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5862x views
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 4241x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe