close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Lima daerah di Korowai, diminta jadi perhatian serius Pemprov Papua
  • Kamis, 19 Oktober 2017 — 23:20
  • 1383x views

Lima daerah di Korowai, diminta jadi perhatian serius Pemprov Papua

"Lima daerah perbatasan dari empat kabupaten itu, di antaranya Distrik Firiwage dan Distrik Yaniruma Kabupaten Boven Digoel, Distrik Amasu Kabupaten Mapi, Distrik Suator Kabupaten Asmat, dan Distrik Siradela Kabupaten Yahukimo. Lima daerah ini tidak pernah sekali pun dilirik pemerintah soal kesehatan dan pendidikannya," katanya.
Pelayanan kesehatan yang dilakukan Jimmy Weyato (baju kuning) kepada warga Kampung Ayak, Korowai - Agus Pabika/Jubi
Agus Pabika
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Danowage, Jubi - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua harus mengambil-alih lima daerah perbatasan yang ada di Korowai, dan menetapkannya menjadi satu daerah khusus, yang butuh pelayanan serius di bidang kesehatan dan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan misionaris Gereja Injili di Indonesia (GIDI), Trevor Johnson, Rabu, (18/10/2017), di Danowage, Boven Digoel.

"Lima daerah perbatasan dari empat kabupaten itu, di antaranya Distrik Firiwage dan Distrik Yaniruma Kabupaten Boven Digoel, Distrik Amasu Kabupaten Mapi, Distrik Suator Kabupaten Asmat, dan Distrik Siradela Kabupaten Yahukimo. Lima daerah ini tidak pernah sekali pun dilirik pemerintah soal kesehatan dan pendidikannya," katanya.

Ia mengatakan, Korowai seakan-akan dilupakan pemerintah. Trevor berharap Pemda maupun Pemprov Papua memperhatikan kesehatan masyarakat yang ada di beberapa kampung terpencil di Korowai.

"Karena di setiap kampung tersebut tidak ada pelayanan kesehatan rutin. Harus ada tenaga medis tetap di sini," katanya.

Sementara itu guru perintis di Danowage, Jimmy Weyato, mengatakan masyarakat hanya tahu istilah Otsus, tapi orang Korowai tidak tahu Otsus itu seperti apa.

"Juga apa manfaat Otsus, orang Korowai tidak mengerti," katanya.

Ketua Kopkedat Papua, Yan Akobiarek, menyayangkan tindakan pemerintah yang memberikan dana tanpa pengawasan kepada masyarakat. Karena dana yang diberikan tidak dimanfaatkan dengan baik.

"Harusnya dana digunakan untuk tenaga pengajar atau medis. Kalau bangun jalan tidak terlalu penting," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pelayanan kesehatan di Korowai diharapkan jadi prioritas

Selanjutnya

Petugas medis tetap diminta disediakan di Korowai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4957x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4353x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4136x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2555x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe