Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Sogavare kepada kaum muda: “Jangan pernah menyerah!”
  • Jumat, 20 Oktober 2017 — 08:17
  • 1661x views

Sogavare kepada kaum muda: “Jangan pernah menyerah!”

Sogavare bercerita bagaimana dia harus berhenti sekolah karena kendala keuangan, mencari dan melakukan pekerjaan pertamanya sebagai pembersih ruangan di Departemen Pajak. Sebagai seorang pembersih, pekerjaannya mengharuskan dia membersihkan kamar kecil dan juga terkadang menyajikan teh untuk “tuan-tuan kolonial”.
Melewatkan formalitas saat melakukan sambutannya, Perdana Menteri malah menceritakan kisah inspiratif tentang hidupnya – Solomon Star News/ Pernyataan Pers PM Vanuatu.
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Honiara, Jubi – “Jangan pernah menyerah!” Demikian ditegaskan Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare kepada beberapa pemuda negeri itu minggu ini di Auditorium Nasional di Honiara saat peluncuran Youth Peacebuilding Innovation Forum (Forum Inovasi Pengembangan Perdamaian Kaum Muda).

Melewatkan formalitas saat melakukan sambutannya, Perdana Menteri malah menceritakan sebuah kisah inspirasional tentang hidupnya di aula tersebut yang sesak dengan partisipan forum.

Perdana Menteri bercerita tentang tantangan yang dihadapinya saat tahun-tahun awal selama belajar di sekolah menengah. Mulai dari awal yang sederhana, Perdana Menteri mengatakan barang-barang yang dimilikinya saat belajar di sekolah menengah atas hanya terdiri dari tiga celana dan tiga kemeja untuk sekolah, gereja dan untuk bekerja serta tempat tidur yang hanya terdiri dari tikar,  tidak menghalangi dia berusaha melakukan yang terbaik.

Sogavare juga menyatakan, sementara dia memilih menghindar dari siswa lain di kelasnya yang lebih beruntung dari dia, kesenjangan itu memberi motivasi baginya untuk berprestasi.

Perdana Menteri berbagi momen-momen paling menyedihkan termasuk saat dia diperintahkan oleh guru geografinya berdiri di depan kelas sementara semua siswa lainnya menyalin catatan dari papan tulis karena dia terlambat masuk kelas tiga menit.

Sogavare selanjutnya bercerita bagaimana dia harus berhenti sekolah karena kendala keuangan, mencari dan melakukan pekerjaan pertamanya sebagai pembersih ruangan di Departemen Pajak. Sebagai seorang pembersih, pekerjaannya mengharuskan dia membersihkan kamar kecil dan juga terkadang menyajikan teh untuk “tuan-tuan kolonial”.

“Jika seseorang bisa bangkit dari membersihkan toilet dan penyaji teh menjadi seorang Perdana Menteri, maka kesempatan itu tidak terbatas dan Anda bisa melakukan apa yang Anda inginkan dalam hidup ini,” kata dia.

Perdana Menteri menantang kaum muda.

“Kita bisa saja terus bicara tentang ide-ide yang bagus, tapi hanya kalian yang bisa membuat perbedaan,” katanya.

“Kami mengandalkan kalian untuk membawa perubahan!” Sogavare menuturkan.(Solomon Star/Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Pertarungan regional Pasifik melawan Kumbang Badak

Selanjutnya

Keterlambatan anggaran timbulkan kekhawatiran di Noumea

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe