Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Dinkes Mimika segera tindak kepala Puskesmas mangkir
  • Jumat, 20 Oktober 2017 — 15:25
  • 840x views

Dinkes Mimika segera tindak kepala Puskesmas mangkir

Pemda setempat menyebutkan sejumlah kepala Puskesmas tidak pernah aktif di tempat tugas mereka, di antranya Kepala Puskesmas Amar di Distrik Amar, Mimika Barat.
Anak-anak berdiri di depan Pustu Samenage, sebelumnya dikabarkan puluhan masyarakat setempat meninggal akibat tidak mendapatkan layanan kesehatan yang baik. Jubi/-IST
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Timika, Jubi- Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, segera menindak para kepala Puskesmas yang terbukti mangkir bertugas. Pemda setempat menyebutkan sejumlah kepala Puskesmas tidak pernah aktif di tempat tugas mereka, di antranya Kepala Puskesmas Amar di Distrik Amar, Mimika Barat.

"Saya baru pulang dari Amar beberapa hari lalu. Kepala Puskesmasnya tidak pernah ada di tempat tugas sejak Januari sampai sekarang," kata Kepala Dinkes Mimika, Philipus Kehek di Timika, Jumat, (20/10/2017)

Kehek berencana melaporkan mangkirnya kepala Puskesmas itu ke Bupati Mimika Eltinus Omaleng, karena pengangkatan pejabat Kepala Puskesmas melalui Surat Keputusan Bupati Mimika.

"Kami akan lapor ke bupati untuk segera diganti sebab yang mengangkat mereka Bupati Mimika," kata Kehek menjelaskan.

Ia meminta semua kepala Puskesmas betah berada di tempat tugas mereka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah masing-masing. Menurut dia Puskesmas merupakan ujung tombak terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, sehingga dapat mendeteksi berbagai penyakit yang diderita oleh warga.

“Apa lagi jika penyakit tersebut berpotensial mewabah dan kemudian menjadi kejadian luar biasa atau KLB,” kata Kehek menjelaskan.

Manggkirnya kepala Puskesmas juga  ditemukan oleh Tim Investigasi Dinkes Mimika di Puskesmas Jita. Tim itu menemukan kekosongan petugas medis di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Asmat dan terjadi beberapa kasus kematian warga selama periode Juli hingga awal Oktober.

"Hanya empat petugas di Puskesmas Jita, semua bidannya. Kepala Puskesmasnya lagi berkeliaran di Timika,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinkes Mimika Marcelino Mameyau.

Ia mengaku sudah memanggil dan mengarahkan agar segera kembali ke tempat tugas. Catatanya berdasarkan laporan hasil investigasi Dinkes Mimika belum lama ini menyebutkan pada 1 Oktober 2017 terdapat seorang balita di Jita atas nama Jufita Mataya meninggal dunia karena sakit batuk disertai sesak napas.

Ironisnya, Puskemas Jita yang seharusnya melayani justru dalam kondisi kosong tanpa petugas medis.

Balita itu akhirnya ditolong petugas kesehatan dari Satgas Pos Batalyon Infanteri 754 Eme Neme Kangasi di Kampung Pece, yang kemudian menganjurkan dirujuk ke Timika.

“Namun belum sempat dibawa ke Timika, korban sudah meninggal dunia," katanya.

Tim Investigasi Dinkes Mimika dalam laporannya juga menemukan kasus kematian warga karena sakit pada 28 September, 11 Agustus dan dua orang pada Juli 2017.

"Yang dilaporkan meninggal di Jita memang saat tidak ada petugas Puskesmas di sana," kata Marcelino menjelaskan.

Menurut Marcelino, tak ada alasan tenaga kesehatan meninggalkan Puskesmas, sebab setiap Puskesmas di wilayah pesisir Mimika telah dibekali alat transportasi laut berupa perahu fiber dua unit dilengkapi mesin kapasitas 40 PK dua unit.(*)

loading...

Sebelumnya

Minat jadi anggota PPD dan PPS di Paniai tinggi

Selanjutnya

Dianggap curi start, PKB Paniai ditegur Panwas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe