Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Perseru jangan dipandang sebelah mata
  • Sabtu, 21 Oktober 2017 — 21:27
  • 1369x views

Perseru jangan dipandang sebelah mata

Pengalaman tertinggal 0-2 dari Perseru pada pertemuan pertama di Stadion Mandala, kiranya menjadi catatan yang perlu dievaluasi serta diperbaiki.
Pemain Perseru lakukan pemanasan di Stadion Mandala pada derby Papua putaran pertama – Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
Editor :
LipSus
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:39 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Empat pekan jelang berakhirnya Go-Jek Traveloka Liga 1 2017, ada satu pertandingan derby paling panas dan berpengaruh. Ya, derby Papua.

Laga ini melibatkan dua kakak-beradik. Persipura Jayapura bertamu ke rumah Perseru Serui, di Stadion Marora. Pertandingan krusial ini berlangsung, Minggu (22/10/2017) WIT, dipimpin wasit Abdul Rahman Salasa.

Ferdinand Fairyo, mantan kapten Persipura mengatakan pertandingan ini sangat dilematis. Dua tim  butuh kemenangan untuk mengejar misi masing-masing.

Pesan nando buat tim Persipura hadapi Perseru tidak bisa dipandang sebelah mata. “Kesalahan strategi dan taktik dapat berbuah kekalahan,” katanya..

Nando menilai menghadapi Perseru tidak bisa dengan memainkan tempo permainan, karena Perseru pasti ngotot untuk memenangkan pertandingan guna lolos dari zona degradasi..

Dibutuhkan kecepatan luar biasa dari pemain-pemain yang sanggup berlari tanpa henti, untuk membongkar pertahanan Cenderawasih Orange.

Selain itu, tim Persipura selalu membuat gawang Perseru sebagai target shooting keras dan terukur dari para pemain depan dan gelandang Persipura.

“Jika bermain santai untuk bisa menjaga ritme permainan, maka itu akan menjadi makanan empuk buat Mariando Uropmabim dan kawan-kawan meraih hasil maksimal di kandang mereka sendiri,” akunya.

Pengalaman tertinggal 0-2 dari Perseru pada pertemuan pertama di Stadion Mandala, kiranya menjadi catatan yang perlu dievaluasi serta diperbaiki.

“Buat simulasi strategi yang tepat, guna meredam dan menghentikan penyerangan Perseru dan antisipasi untuk membobol gawang Perseru. Walaupun ada peluang sekecil apapun harus di maksimalkan menjadi gol, guna untuk memenangkan pertandingan ini,” ujarnya.

Sherly, salah satu Aureto mania, pendukung fanatik Perseru mengatakan, Persipura punya nama besar dengan sederet pemain terkenal. Tapi hal itu bukan jaminan saat main di Serui.

“Persipura harus dikalahkan, sehingga Perseru bisa aman dan tetap bertahan di Liga 1. Kemenangan tentu jadi kado spesial buat pasangan TOFAN (Tony Tesar/Frans Sanadi) bupati/wakil bupati Kepulauan Yapen yang baru saja dilantik di Jayapura,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Derby Papua, jangan ada dusta

Selanjutnya

Genting di Marora dan Siliwangi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6337x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3144x views
Otonomi |— Selasa, 13 Februari 2018 WP | 2686x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2291x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe