Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Catalonia tidak takut merdeka
  • Minggu, 22 Oktober 2017 — 18:32
  • 946x views

Catalonia tidak takut merdeka

Spanyol, Jubi- Pemerintah Spanyol berencana membubarkan pemerintah regional Catalonia dengan segera menggelar pemilihan umum daerah. Langkah ini dilakukan pemerintah Madrid demi membungkam keinginan Barcelona yang berkeras untuk merdeka.
Aksi pendukung Catalonia Merdeka. AFP/Jubi.
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Spanyol, Jubi- Pemerintah Spanyol berencana membubarkan pemerintah regional Catalonia dengan segera menggelar pemilihan umum daerah. Langkah ini dilakukan pemerintah Madrid demi membungkam keinginan Barcelona yang berkeras untuk merdeka.

Usai menggelar rapat kabinet darurat, Perdana Menteri Mariano Rajoy mengatakan Spanyol tidak memiliki opsi selain membubarkan pemerintahan Catalonia.

Itu karena sang pemimpin, Carles Puigdemont, telah bertindak "sepihak dan bertentangan hukum hingga memicu konfrontasi" dengan menggelar referendum ilegal.

Rajoy menuturkan dirinya tengah meminta Senat untuk mengizinkannya membubarkan parlemen Catalan dan segera menggelar pemilu sela "dalam waktu maksimal enam bulan ke depan."

Pembubaran parlemen ini dilakukan berdasarkan kewenangan pemerintah pusat yang tercantum dalam Pasal 155 Konstitusi Spanyol 1978.

Menurut pasal tersebut, pemerintah pusat berhak menggunakan "opsi nuklir" yakni membubarkan parlemen daerah yang memberontak dan mengontrol sementara wilayah itu sampai pemerintah regional baru dibentuk.

Pasal tersebut berlaku pada seluruh 17 daerah otonom di Spanyol.

Selain itu, Rajoy juga meminta seluruh anggota pemerintahan Catalonia di bawah Puigdemont dilucuti peran dan fungsinya.

“Pada prinsipnya, untuk sementara [pemerintah Catalonia] dikontrol oleh pemerintah pusat selama situasi luar biasa ini," tutur Rajoy, Minggu (22/10), seperti dikutip AFP.

Usulan Rajoy diprediksi masih akan memakan waktu sepekan ke depan, dan masih menunggu persetujuan Senat yang didesak untuk segera melakukannya.

Diperkirakan Senat memang akan menyetujui usulan Rajoy tersebut karena partai konservatifnya, Partai Rakyat, menguasai mayoritas kursi di parlemen.

Jika Senat memberi lampu hijau terhadap usulan Rajoy, parlemen Catalonia akan bertugas sampai benar-benar dibubarkan oleh pemerintah pusat. Selama itu pula, Catalonia dilarang memilih kepala pemerintahan baru atau menggelar voting yang ditujukan untuk menentang konstitusi Spanyol.

Langkah ekstrem tersebut terpaksa dilakukan Spanyol lantaran pemerintahan Catalonia tak kunjung mengklarifikasi niatnya untuk merdeka.

Sebelumnya, lebih dari 450 ribu warga Catalonia pendukung kemerdekaan turun ke jalan di Barcelona, Spanyol, dipimpin oleh Presiden Carles Puigdemont, Sabtu, 21 Oktober 2017.

Mereka serempak berteriak "Kebebasan" dan "Kemerdekaan" setelah Madrid mengumumkan akan mengambil langkah tegas guna menghentikan Catalonia memerdekan diri menyusul hasil referendum 1 Oktober 2017.

"Saatnya mendeklarasikan kemerdekaan," kata Jordi Balta, seorang pegawai toko berusia 28 tahun. "Sudah tidak ada ruang untuk berdialog," tambahnya.

Al Jazeera dalam laporannya menyebutkan, unjuk rasa besar-besaran ini sengaja digelar oleh warga Catalonia di Barcelona sebagai respon atas sikap Madrid yang akan mengambil alih pemerintahan otonomi Catalonia.

"Kami warga Catalan tidak memiliki rasa takut," kata pengunjuk rasa Octavi Marti menanggapi keputusan PM Spanyol Mariano Rajoy.

Pemerintah Spanyol akan mengambil alih Catalonia terkait dengan Pasal 155 Konstitusi Negara mengenai otonomi Catalan.

Sebagaimana rilis yang diterima televisi RTVE, keputusan yang diterbitkan pemerintah Spanyol itu adalah hasil dari pertemuan darurat Sabtu, 21 Oktober 2017, yang menyatakan bahwa pemerintah pusat akan memberikan perintah langsung terhadap kepolisian Catalonia.

"Jika diperlukan, anggota kepolisian Catalonia akan diganti oleh pasukan keamanan Sapnyol," bunyi keputusan yang beredar di media massa.

Catalonia menggelar referendum kemerdekaan pada 1 Oktober 2017. Hasil dari pemungutan suara tersebut, mayoritas warga Catalonia ingin berpisah dengan Spanyol.(*)

Sumber: CNN Indonesia/Tempo.co
 


 


 


 


 


 


 


 

loading...

#

Sebelumnya

Menunggu kesungguhan Catalonia merdeka

Selanjutnya

Korsel songsong era perang jauh

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe