Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Lukas Enembe minta musisi Reggae ikut ramaikan PON 2020
  • Senin, 23 Oktober 2017 — 08:35
  • 977x views

Lukas Enembe minta musisi Reggae ikut ramaikan PON 2020

“Tidak perlu kita datangkan yang dari luar. Kita punya lebih kaya dari mereka,” katanya.
Gubernur Lukas Enembe memberi sambutan pada Fesitival Regage Papua di lapangan Trikora Abepura – Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Jean Bisay

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Gubernur Lukas Enembe memastikan musik reggae siap ikut meramaikan pesta olahraga terbesar di Indonsia, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di Papua.

Hal tersebut menjadi atensi orang nomor satu di provinsi Papua setelah hadir langsung pada Festival Reggae Papua ke-5 2017, Sabtu (21/10/2017) malam di lapangan Trikora, Abepura dengan mengusung tema ‘Selamatkan Hutan dan Sagu di Tanah Papua’.

“Tahun 2018 kita orang Papua punya stadion terbesar di wilayah Timur. Jadi tidak perlu takut sewaktu-waktu kita bisa pake nanti. Musik dan olahraga itu menandakan bahwa, harkat dan martabat orang Papua itu ada di situ,” ucap Lukas Enembe.

Lukas Enembe memastikan Stadion Papua Bangkit di Kampung Harapan yang sedang dalam pembangunan, akan menjadi ikon di bumi Cenderawasih.

Bangunan bertaraf internasional yang nantinya menjadi stadion nomor dua terbesar dan termegah di Indonesia, setelah stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta ini, kapasitasnya dapat menampung 45 ribu penonton.

“Terima kasih panitia yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini dengan tema selamatkan hutan dan sagu di tanah Papua itu merupakan tema yang luar biasa. Ini yang ditunggu anak-anak Papua untul selalu bisa berkreasi,” jelasnya, Sabtu (21/1/2017).

Lukas  Enembe mengatakan, lewat tema yang diangkat ini  kita dapat menyelamatkan hutan dan sagu, serta segala macam yang  ada di dalamnya.Ia juga berpesan agar anak-anak Papua untuk tidak lagi mengkonsumsi minuman keras dan narkoba.

“Anak-anak Papua tidak boleh minum minuman keras dan menggunakan narkoba. Kalau ada yang isap aibon, miras dan narkoba itu yang dilarang oleh pemerintah. Saya harap anak-anak muda, selalu ingat Perdasus Nomor 15, tidak boleh lagi jadi korban pemakai,” tegasnya.

Enembe mengapresiasi kerja anak-anak muda yang sukses menyelenggarakan kegiatan musik reggae. Menurutnya musik ini luar biasa unik dan sangat menarik.

“Tidak perlu kita datangkan yang dari luar. Kita punya lebih kaya dari mereka,” katanya.

Enembe bilang melibatkan musik reggae ala Papua  dalam PON 2020. Kita rancang semuanya itu musik Papua untuk pembukaan dan penutupan. Kita siapkan 16 ribu manusia untuk meramaikan PON 2020.

“Yang bergerak dibidang musik, coba ciptakan yang lebih bagus lagi. Tahun 2020 anda tampil lebih hebat lagi,” Enembe momotivasi.

Albert Wanimbo, ketua tim relawan LE mengatakan, hajatan yang sama siap dilaksanakan bulan depan dengan nuansa serta perlengkapan yang lebih besar dan berbobot.

“Bulan depan tanggal 24 November 2017, kita akan buat kegiatan lebih besar dari padayang ada ini, sound systemnya itu tiga kali lebih besar dari yang ada. Ini merupakan info awal dari kami dan sekaligus undangan resmi juga,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Disorda Papua gelar pelatihan wasit/juri

Selanjutnya

Tim voli Putra Port Numbay taklukan Bharata Muda Jakarta

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe