Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pasca dibebaskan, Mantan PM Vanuatu mundur dari politik
  • Senin, 23 Oktober 2017 — 09:28
  • 858x views

Pasca dibebaskan, Mantan PM Vanuatu mundur dari politik

Dia mengatakan bersedia membantu memberikan nasihat bila diperlukan, namun kepada pemimpin partai dan rekan politiknya dia juga mengatakan harus mundur dari politik setelah dilarang oleh pengadilan selama 10 tahun.
Mantan Perdana Menteri Vanuatu, Moana Carcasses, saat bertemu dengan anak-anaknya di gerbang Pusat Pemasyarakatan – DVU/ Richard Nanua
Vanuatu Daily
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Port Vila, Jubi – Air mata bahagia ditumpahkan oleh anggota keluarga dan rekan-rekannya ketika mantan Perdana Menteri Vanuatu, Moana Carcasses, berjalan keluar gerbang Pusat Pemasyarakatan untuk bertemu anak-anaknya di hadapan kolega-kolega politik dari kelompok Aliansi kemarin.

Kejadian emosional tersebut menyebabkan Carcasses menangis dan berterima kasih kepada mertuanya untuk merawat anak-anaknya saat dia dipenjara dan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak dapat merawat mereka.

Dua jam setelah keluar dari penjara dia, secara verbal, dia menyatakan pengunduran dirinya dari ranca politik setelah 15 tahun bertugas sebagai anggota parlemen.

Dia mengatakan bersedia membantu memberikan nasihat bila diperlukan, namun kepada pemimpin partai dan rekan politiknya dia juga mengatakan harus mundur dari politik setelah dilarang oleh pengadilan selama 10 tahun.

Carcasses mengajukan permintaan maaf dihadapan publik kepada keluarganya, partai politik dan orang-orang yang dekat dengannya sebagai salah satu persyaratan pembebasan awalnya.

Sambil berbicara kepada semua orang yang menghadiri upacara permintaan maaf publiknya itu dia mengatakan meminta maaf sedalam-dalamnya dan menyesali rasa sakit dan penderitaan yang mungkin telah diakibatannya pada siapa saja, termasuk teman-temannya di dunia politik dan partai politiknya, Green Confederation.

Dia mengatakan pada saat itu dia mengambil tindakan yang salah dan menyebabkan hukuman dan pemenjaraannya.

“Kami yakin pada saat itu bahwa cara-cara yang kami lakukan itu adalah bagaimana politik di Vanuatu yang memang sering dilakukan, namun bahwa hukum yang terkait sebelumnya tidak pernah diimplementasikan dengan cara seperti ini,” katanya.

“Sekarang saya melihat dengan jelas kesalahan saya dalam hal itu dan niat saya pada saat itu adalah untuk membawa stabilitas politik di Vanuatu.

“Saya sangat menyesal bahwa tindakan saya menyebabkan salah satu pergolakan besar (gangguan, kekeruhan, kerusuhan) dalam sejarah negara ini.

Carcasses dipenjara bersama dengan mantan anggota parlemen lainnya akibat korupsi dan penyuapan kepada pejabat negara lainnya.(Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Oposisi kecam surat PM Solomon ke Perusahaan Indonesia

Selanjutnya

Malapetaka akibat status dan penanganan manajemen kesehatan PNG

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat