Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Uskup Leo ajak ICAKAP bekerja untuk rakyat
  • Senin, 23 Oktober 2017 — 10:32
  • 717x views

Uskup Leo ajak ICAKAP bekerja untuk rakyat

Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr Leo Labaladjar OFM, mengajak penggurus Ikatan Cendekiawan Awam Katolik Papua (ICAKAP) tidak membangun organisasi yang mendahulukan kepentingan kelompok tertentu tapi bekerja untuk rakyat.
Pemotongan kue pada HUT ICAKAP ke-16 oleh Uskup Leo Labaladjar dan Dewan Pembina ICAKAP, drg Aloyisius Giay, usai ibadah syukur – Dok Alofonsa Wayap
Benny Mawel
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr Leo Labaladjar OFM, mengajak penggurus Ikatan Cendekiawan Awam Katolik Papua (ICAKAP) tidak membangun organisasi yang mendahulukan kepentingan kelompok tertentu tetapi bekerja untuk rakyat.

“ICAKAP harus menjadi organisasi yang tidak ekstrim dan berorientasi pada keuskupan,”kata Leo dalam khotbah Dies Natalis  ICAKAP XVI, di lapangan Zakeus Padangbulan, Sabtu (21/10/2017).

Organisasi kaum terpelajar Papua ini, katanya, harus terbuka bagi umat lain. Orang yang datang diberi kesempatan berpartisipasi namun tidak menyingkirkan posisi orang Papua dalam mengendalikan organisasi.

“Orang Papua tetap pegang kendali, komando di kepengurusan dan bertanggung-jawab," pesannya kepada ratusan cendekiawan Katolik yang menghadiri perayaan itu.

Orang Papua yang memegang kendali organisasi, kata Leo, supaya bekerja jujur untuk kepentingan banyak orang. Orang banyak yang membutuhkan perhatian dalam kehidupan bersama di Papua.

“Ditempatkan di organisasi ini, bukan untuk dilayani, tapi untuk melayani sesama. Bukan tempat cari kepentingan pribadi, politik, dan kesukuan,” ujar Leo.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat ICAKAP, Vincensius Lokobal, pada sambutannya menekankan kerjasama antara kader ICAKAP yang ada di legislatif, eksekutif, dan swasta. Kerja sama dalam melihat peluang ke depan sehingga dapat mewujudkan cita-cita ICAKAP.

"Saya berharap ada kerjasama para senior agar tidak terkesan berjalan sendiri. Saya menyadari, masih harus membenahi dan yang harus dikerjakan ICAKAP dalam mengimplementasi beragam program kerja yang belum terealisasi," ujarnya.

Theodorus Kossy, seorang cendekiawan katolik di Papua, mengatakan harapan apapun tidak akan terwujud bila kecendekiawanan dan intelektualitasnya untuk berpihak dan melindungi umat Katolik Papua tidak dinampakkan.

“ICAKAP harus munculkan bobot kecendekiawanannya dalam kegiatan masing- masing komisi di ICAKAP. Tetapi saya melihat ini tidak berjalan,” tegasnya.

Untuk itu, katanya, perlu adanya konsolidasi penggurus dengan senior ICAKAP dan perlu kegiatan lanjutan dari Raker ICAKAP April 2017. Lanjutannya, penyusunan program kerja di tiap komisi sehingga kehadiran ICAKAP berbobot.

“Kalau tidak, kehadiran ICAKP berbobot atau tidak diragukan. Perlu ada konsolidasi pengurus kepada senior ICAKAP, dan evaluasi satu tahun kepengurusan berjalan,” tegasnya serius. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Ribuan demonstran bakal gelar aksi menolak Miras dan Narkoba

Selanjutnya

Umat Katolik Terang Dunia Waena mencapai 2.014 jiwa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe