close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Orang Papua dinilai mampu kelola pariwisata sendiri
  • Senin, 23 Oktober 2017 — 13:48
  • 916x views

Orang Papua dinilai mampu kelola pariwisata sendiri

Pemerintah bisa saja mendatangkan orang dari luar Papua, namun jangan sampai mereka mengonsep pariwisata dengan mengabaikan kearifan lokal di Papua.
Salah satu tempat wisata di kota Jayapura - Jubi/Doc.
Hengky Yeimo
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Pengajar jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Cenderawasih, Christine O. I. Sanggenafa, menilai pengembangan dan pengelola pariwisata di Papua khususnya di Kota Jayapura bisa dikelola sendiri oleh masyarakat setempat, tanpa harus mendatangkan orang luar.

“Tidak perlu mendatangkan orang dari luar Papua. Saya usulkan agar  berdayakan orang Papua yang ada di Dinas Pariwisata setempat untuk mengelola pariwisata," kata Christine Sanggenafa, kepada Jubi, Senin (22/10/2017).

Ia menyebutkan pemerintah bisa saja mendatangkan orang dari luar Papua, namun jangan sampai mereka mengonsep pariwisata dengan mengabaikan kearifan lokal di Papua. “Pemerintah bisa libatkan Dinas Pariwisata, masyarakat adat, pemilik hak ulayat untuk diskusi dan mengkaji khusus mengenai pariwisata di Papua dan di Papua Barat,” kata Sanggenafa, menambahkan.

Sanggenafa tak mempersoalkan upaya pemerintah Kota Jayapura mendatangkan ahli pariwisata dari Makassar untuk melakukan sosialisasi wisata. Namun konsep destinasi dan pengelolaan tanpa harus melibatkan pihak luar.

Pemerintah Papua dan Jayapura sedang menggenjot pengembangan destinasi wisata untuk menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020. Hal itu dinilai baik, namun harus diimbangi dengan konsep yang ditawarkan.

Ia berharap saat ini pemerintah harus mampu mendata sejumlah destinasi pariwista sebagai awal untuk pengembangan dan bisa dinikmati saat momentum PON tahun 2020. “Mulai destinasi pantai, kuliner lokal, maupun tempat yang layak untuk foto di sebagai dokumentasi pengunjung  untuk mengenang Papua,” katanya.

Warga Kota Jayapura, Masni ketika ditemui di pantai Hamadi mengatakan seuju dengan usulan saling koordinasi mengembangkan destinais wisata.

“Pemerintah harus korodinasi dengan masyarakat, salah satunya menyangkut harga kunjungan agar bisa diturunkan,” kata Masni .

 

Masni masih mengeluhkan tingginya harga tiket masuk sejumlah destinasi yang selama ini menyulitkan semangat warga mengunjungi ke lokasi wisata.

 

“harga tiket sngat berpengaruh bagi minat amysrakat, jika terlalu mahal banyak pilihan tempat lain yang menimbulkan destinasi sepi,’ katanya.

loading...

Sebelumnya

Umat Katolik Terang Dunia Waena mencapai 2.014 jiwa

Selanjutnya

Sempat tertunda, musyawarah P3MKW akhirnya digelar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4952x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4346x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4104x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2549x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe