Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Sekitar 76 persen wilayah Supiori kategori kawasan cagar budaya
  • Senin, 23 Oktober 2017 — 15:03
  • 1999x views

Sekitar 76 persen wilayah Supiori kategori kawasan cagar budaya

Sekitar 76 persen wilayah Supiori kategori kawasan cagar budaya
Keindahan kota Sowek - ibukota distrik kepulauan Aruri kabupaten Supiori - dilihat dari atas bukit – Jubi/IST
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Biak, Jubi - Sekitar 76 persen wilayah kabupaten Supiori masuk dalam kawasan lindung cagar alam sehingga dalam penataan ruang pembangunan daerah harus memperhatikan dokumen tata ruang wilayah provinsi Papua dan dokumen tata ruang wilayah kabupaten.

"Sesuai Surat Keputusan Menteri Kehutanan No 891/Kpts-II/1999 tertanggal 14 Oktober 1999 luas kawasan cagar alam Supiori mencapai 92.704 hektare. Kami hanya menggunakan 24 persen. Untuk sisa kawasan lain digunakan untuk pengembangan pembangunan daerah seperti perumahanan, infrastruktur jalan, jembatan, listrik, serta bidang lainnya," ungkap Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum, Robert Rumbekwan, saat dihubungi di Biak, Senin (23/10/2017).

Ia mengatakan untuk melakukan perencanaan pengembangan wilayah kabupaten Supiori harus mengacu dengan aturan tata ruang wilayah rrovinsi Papua dan rencana tata ruang wilayah kabupaten Supiori.

Robert mengakui dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah merupakan panglima untuk setiap program pembangunan di daerah sehingga setiap program pembangunan harus disesuaikan dengan dokumen perencanaan daerah.

Kabupaten Supiori memiliki wilayah daratan seluas 704,24 kilometer persegi serta pulau Supiori yang topografinya didominasi pegunungan.

Supiori memiliki hutan suaka alam, kawasan hutan lindung, dan kawasan hutan produksi. Karena itulah, kata Robert, secara aturan wilayahnya kabupaten Supiori memiliki kawasan tertentu yang harus dilindungi.

"Semua aktivitas pembangunan di Supiori harus mengacu dengan dokumen tata ruang wilayah sehingga segala peruntukkannya harus terlindungi sesuai peraturan pengelolaan tata ruang wilayah," ujarnya.

Berdasarkan data, cagar alam Supiori dihuni berbagai fauna dan flora endemik seperti burung kakak tua raja jambul merah, kakak tua hitam jambul kuning, cenderawasih, kuskus, dan anggrek hitam yang hidup di hutan-hutan Supiori. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Ojek makin marak, angkutan umum di Nabire mati suri

Selanjutnya

GKI Imanuel Kota Lama Nabire peringati HUT ke-61

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 8342x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6336x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5956x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4188x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe