Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Sultra butuh tambahan guru daerah terpencil
  • Senin, 23 Oktober 2017 — 17:43
  • 2490x views

Sultra butuh tambahan guru daerah terpencil

Di Sultra hanya lima kabupaten masuk kategori 3T, yakni Kabupaten Konawe, Konawe Kepulauan, Bombana, Kolaka Timur, dan Buton Tengah.
Ilustrasi. Bantenonlinenews.com/Jubi
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:20 WP
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:03 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kendari, Jubi - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara mengusulkan tambahan kuota guru daerah terpencil untuk sekolah menengah atas dan sederajat lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra Damsid, di Kendari, Senin, mengatakan data sekolah yang berada di wilayah kategori terpencil sudah disiapkan sebagai kelengkapan usulan tambahan kuota guru daerah terpencil itu.

"Banyak pihak yang terkejut saat mengetahui kuota guru terpencil setingkat SMA hanya 12 orang. Fakta lapangan menunjukkan masih banyak sekolah di daerah-daerah pelosok kekurangan guru," kata Damsid.

Meskipun kuota guru daerah terpencil tersisa 12 orang, namun pihak sekolah dan pengurus komite sekolah mencari solusi mengangkat guru honor untuk memenuhi hak siswa mendapatkan ilmu pengetahuan.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dikbud Sultra Ahmad, di Kendari mengatakan, 12 guru program daerah terpencil tersebar pada lima kabupaten dari 17 kabupaten/kota se-Sultra.

"Memang ada penurunan jumlah kuota guru daerah terpencil setelah kebijakan pengalihan urusan SMA sederajat dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi," kata Ahmad.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengisyaratkan penempatan guru daerah terpencil khusus di daerah-daerah kategori terpencil, terluar dan tertinggal atau 3T.

Di Sultra hanya lima kabupaten masuk kategori 3T, yakni Kabupaten Konawe, Konawe Kepulauan, Bombana, Kolaka Timur, dan Buton Tengah.

"Tidak perlu kecil hati atau merasa terhina disebut daerah tertinggal karena bukan kejahatan. Bahkan hikmah yang nyata adalah memperoleh kuota guru daerah terpencil, penempatan tenaga medis sehat nusantara dan program pembangunan infrastruktur yang memperoleh penguatan modal dari pemerintah pusat," katanya.

Diknas Sultra, kata Ahmad, berharap tahun yang akan datang kuota guru daerah terpencil dapat ditingkatkan karena masih banyak sekolah di daerahnya kekurangan tenaga pendidik. (*)
 

loading...

#

Sebelumnya

Ramai -ramai menolak taksi online

Selanjutnya

Makassar punya BRT layani rute kampus

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6731x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3344x views
Penkes |— Rabu, 21 Februari 2018 WP | 2960x views
Dunia |— Jumat, 23 Februari 2018 WP | 2618x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe