Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Aktor di balik penyerangan Kemendagri diminta bertanggung jawab
  • Senin, 23 Oktober 2017 — 18:30
  • 444x views

Aktor di balik penyerangan Kemendagri diminta bertanggung jawab

"Saya pikir ini bukan urusan pemerintah Tolikara. Ini tanggung jawab aktor di balik kerusuhan di Kemendagri, yang mengakomodir massa," kata wakil ketua komisi yang membidangi politik, hukum, dan HAM itu kepada Jubi, Senin (23/10/2017).
Suasana di Kantor Kemendagri di Medan Merdeka Utara, Jakarta, usai diserang sekelompok massa pendukung salah satu calon Bupati Tolikara, Rabu (11/10/2017) - CNN Indonesia/Lalu Rahadian
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua dari daerah pemilihan Tolikara dan sekitarnya, Orgenes Wanimbo mengatakan, aktor di balik aksi penyerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), 11 Oktober 2017 terkait hasil pilkada Tolikara, bertanggung jawab terhadap penangkapan 11 warga Papua yang kini ditahan di Polda Metro Jaya.

Ia mengatakan, adanya permintaan masyarakat supaya 11 warga Papua yang ditahan itu ditangguhkan, perlu dipertimbangkan pihak terkait, terutama Kemendagri, selaku pelapor dalam kasus pengrusakan di instansi negara tersebut.

"Saya pikir ini bukan urusan pemerintah Tolikara. Ini tanggung jawab aktor di balik kerusuhan di Kemendagri, yang mengakomodir massa," kata wakil ketua komisi yang membidangi politik, hukum, dan HAM itu kepada Jubi, Senin (23/10/2017).

Menurutnya, apa yang terjadi di Kemendagri ketika itu merupakan perbuatan melawan hukum, dan terjadi di Jakarta, yang merupakan pusat pemerintahan negara, bukan di Papua, sehingga jika masalah ini berujung ke ranah hukum, hal tersebut bukan ranah Pemkab Tolikara.

"Kalau saja ini terjadi di Tolikara, saya pikir ada bisa diselesaikan secara kekeluargaan, secara proses adat, tapi ini di Jakarta," ujarnya.

Kata politikus Partai Demokrat yang akrab disapa Orwan Tolli Wone itu, sebagian besar mereka yang ditahan itu merupakan mahasiswa, sehingga wajar kalau orangtua mereka ingin penahanan anak mereka ditangguhkan.

"Pemerintah pusat harus segera sikapi ini. Harusnya yang dicari siapa aktor di balik aksi itu. Siapa yang memberikan harapan dan memprovokasi mereka ini. Tapi memang masyarakat ini lebih cenderung memahami hukum adat," katanya.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan pekan lalu mengatakan, tidak akan mencabut laporan polisi terkait peristiwa penyerangan Kantor Kemendagri oleh sekelompok massa yang menamakan diri Barisan Merah Putih Tolikara.

“Walau saya memaafkan secara pribadi, tapi kalau saya minta dibebaskan, sebagai pimpinan bisa tertampar oleh staf-staf saya. Saya akan tetap ikuti proses hukum,” kata Tjahjo.

CNN Indonesia melansir, permohonan pencabutan laporan itu disampaikan oleh Kuasa Hukum 11 tersangka, Suhardi Somomoeljono, seusai menyerahkan surat permohonan penangguhan penahanan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Senin (16/10).

Menurut Tjahjo, permintaan maaf memang sudah disampaikan oleh Bupati Tolikara dan beberapa tokoh Papua kepadanya. Ucapan maaf juga diklaim sudah diberikan calon Bupati dan Wakil Bupati Tolikara, John Tabo-Barnabas Weya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, seperti dilansir dari CNN Indonesia, pekan lalu mengatakan, penetapan tersangka kepada 11 orang itu dilakukan setelah polisi mengetahui peran masing-masing dalam penyerangan kantor Kemendagri.

Perusakan kantor Kemendagri mengakibatkan 10 korban mengalami luka-luka. Para tersangka dikenakan pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang dan barang di muka umum dan Pasal 406 KUHP tentang perusakan. (*)

loading...

Sebelumnya

Puluhan pendemo datangi DPRP, nyatakan tolak minol di Papua

Selanjutnya

Dinilai tebang pilih, legislator ancam laporkan Kejari Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe