Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Legislator nilai wajar muncul dugaan skenario di balik insiden Freeport
  • Senin, 23 Oktober 2017 — 18:52
  • 777x views

Legislator nilai wajar muncul dugaan skenario di balik insiden Freeport

"Dugaan adanya skenario, saya pikir hal biasa. Mungkin saja ada ada sesuatu di balik ini. Penembakan di area Freeport bukan hal baru. Sejak Freeport ada, penembakan sering terjadi. Tapi apa pun itu, saya turut berduka atas meninggalnya seorang anggota Brimob dan beberapa lainnya yang terluka," kata Kadepa menjawab pertanyaan Jubi, Senin (23/10/2017).
Ilustrasi Penembakan - Tempo.co
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua Laurenzus Kadepa mengatakan wajar jika muncul dugaan, ada skenario di balik aksi penembakan di area PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam tiga hari terakhir.

Ia mengatakan, wajar jika ada yang menduga aksi ini pengalihan isu terkait keracunan gas di area Biggossan Level, 2640 Cross Cut 21 Underground, Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (18/10), yang menyebabkan seorang karyawan, Hendry (50) meninggal dunia, dan dua rekannya Nofi Rizal Fachrudhin S (27), serta Sri Giri Dino Haryanto, (38) dalam keadaan kritis.

"Dugaan adanya skenario, saya pikir hal biasa. Mungkin saja ada ada sesuatu di balik ini. Penembakan di area Freeport bukan hal baru. Sejak Freeport ada, penembakan sering terjadi. Tapi apa pun itu, saya turut berduka atas meninggalnya seorang anggota Brimob dan beberapa lainnya yang terluka," kata Kadepa menjawab pertanyaan Jubi, Senin (23/10/2017).

Ia mempertanyakan mengapa penembakan sering terjadi di area PT Freeport Indonesia, padahal tambang emas dan tembaga itu memiliki pengamanan ketat.

"Kenapa bisa langsung kecolongan. Karyawan saja tidak gampang masuk ke area Freeport, apalagi orang dari luar. Saya juga tidak sependapat kalau setiap insiden langsung menuduk kelompok bersenjata dan OPM sebagai pelaku," ujarnya.

Anggota DPR Papua yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan itu juga mengingatkan Polda Papua tidak melanggar aturan main dalam melakukan pengejaran terhadap pelaku untuk penegakan hukum.

"Kalau penegakan hukum ada prosedurnya dan mekanismenya. Jangan sampai rakyat sipil yang tidak tahu masalah korban, karena di sekitar area itu ada perkampungan yang dihuni masyarakat sipil. Selama kerja jujur, saya pikir tidak akan ada masalah," katanya.

Dalam tiga hari terakhir, terjadi penembakan di area PTFI. Sabtu (21/10/2017), aksi penembakan menyebabkan seorang pengemudi kendaraan operasional PTFI, Muhamad Jamil terluka akibat serpihan peluru.

Di hari yang sama, dua personel Brimob Den B Timika, Brigpol Mufadol Satuan luka tembak pada kaki kiri dan Bharada Alwin mengalami luka tembak pada bagian perut, serpihan peluru mengenai tulang paha kanan, lambung dan kandung kemih, setelah terjadi kontak tembak dengan pihak yang disebut polisi kelompok bersenjata di Gunung Sangker Kalibua Kampung Utikini di Tembagapura.

Minggu (22/10/2017), anggota Brimob Polda Papua, Briptu Berry Pramana Putra meninggal dunia, akibat tertembak saat mengejar kelompok bersenjata di sekitar Jembatan Utikini Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Senin (23/10/2017), empat anggota Brimob Polda Papua, tertembak saat mengevakuasi jenazah Briptu Berry Pramana Putra di sekitar Kampung Banti 1, Tembagapura, Kabupaten Mimika.

"Kelompok ini masih terus kami kejar. Mereka lebih menguasai medan di sana, karena lokasi itu merupakan daerah persembunyian kelompok bersenjata ini,” kata Kapolda Papua, Senin (23/10/2017).

Menurutnya, Senin (23/10/2017) siang, jenazah Briptu Berry telah diberangkatkan ke kampung halamannya di Bengkulu.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M.Kamal mengatakan, hasil visum dan X-Tray di RS Tembagapura, Briptu Berry meninggal akibat luka tembak di bagian perut sebelah kiri.

Katanya, hingga kini pihaknya masih melakukan upaya pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga kelompok Sabinus Warker.

"Anggota kami masih terus melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut. Pagi tadi sempat terjadi kontak senjata, empat anggota kami terkena tembak saat hendak melakukan evakuasi terhadap Briptu Berry,” kata Kombes Pol Kamal. (*)

loading...

Sebelumnya

Manajemen PTFI diminta tak tutupi kejadian di area tambang

Selanjutnya

Blokade jalan di Tolikara, Kapolda lakukan pendekatan persuasif

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe