Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Minim jam terbang SDM wasit/juri di Papua
  • Selasa, 24 Oktober 2017 — 09:08
  • 1039x views

Minim jam terbang SDM wasit/juri di Papua

Yusuf bilang pelatihan wasit/juri yang digelar Disorda dilaksanakan bertahap, tapi lebih diutamakan pada cabang olahraga yang subyektifitasnya tinggi, utamanya cabor beladiri.
Penyematan tanda peserta pelatihan wasit/juri oleh Kadisorda Papua Yusuf Yambe Yabdi - Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
Editor :
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Kadisorda Papua akui sumber daya manusia (SDM) wasit/juri di Papua masih sangat minim. Disamping kurangnya jam terbang terlibat dalam pertandingan.

“Sumber daya manusia (SDM) wasit/juri sangat penting bagi bidang pertandingan saat PON 2020. Untuk kita di Papua sangat kurang ,” kata Yusuf.

Sebab didalam panitia pelaksana (panpel) PON itu, terdiri dari wasit-wasit yang berkontribusi secara lokal, baik di klaster seperti Jayapura, Biak, Timika, Merauke dan Wamena, maupun di-luar wilayah penyelenggaraan PON.

Yusuf katakan mungkin ada wasit/juri yang di luar, tapi memiliki kualitas untuk bisa memimpin di PON, hal itu tergantung dari pelatihan ini nantinya.

“Kalau dari pelatihan ini bisa merekomendasikan untuk nanti terlibat dalam beberapa pertandingan, sebelum nanti resmi menjadi wasit/juri di PON. Mudah-mudahan kita harapkan ada dari taekwondo, tarung drajat, karate dan tinju yang hari ini kita laksanakan,” akunya.

Yusuf bilang pelatihan wasit/juri yang digelar Disorda dilaksanakan bertahap, tapi lebih diutamakan pada cabang olahraga yang subyektifitasnya tinggi, utamanya cabor beladiri.

Cabang akurasi dan terukur seperti atletik, dayung dan lain sebagainya, tidak begitu urgen dilakukan.

Cabor yang penilaian subyektifitas ini kadang-kadang memicu keributan saat pertandingan.

"Kadang timbul perkelahian serta keributan, karena masing-masing wasit kurang memahami aturan yang digunakan dalam setiap pertandingan,” ujarnya.

KI Yani Mahdi, salah satu pemateri dari Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) menegaskan, soal kejujuran itu kembali pada diri pribadi wasit/juri yang memimpin.

“Kuncinya disitu, kembali pada pribadi seorang wasit/juri untuk berbuat jujur dalam memimpin pertandingan,” akunya. (*)

loading...

Sebelumnya

Tim voli Putra Port Numbay taklukan Bharata Muda Jakarta

Selanjutnya

Perseru mempersulit jalan Persipura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe