Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Kekurangan gizi dan obesitas tantangan negara-negara SIDS
  • Selasa, 24 Oktober 2017 — 09:58
  • 635x views

Kekurangan gizi dan obesitas tantangan negara-negara SIDS

Peluncuran laporan Status Ketahanan Pangan dan Gizi di Dunia oleh FAO baru-baru ini mengungkapkan bahwa obesitas meningkat di seluruh dunia dan khususnya di negara SIDS, dimana tercatat prevalensi tinggi untuk masalah kelebihan berat badan dan obesitas anak.
Wakil Direktur Jenderal, Iklim dan Sumber Daya Alam, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa, Maria Helena Semedo – Devex/ Alessandra Benedetti for FAO
PINA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jakarta, Jubi - Intensitas dan frekuensi kejadian iklim ekstrem seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya semakin sering terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Ini adalah pengingat yang meresahkan tentang rentannya pulau-pulau kecil tertentu terhadap bencana alam ekstrem.

Kepulauan Karibia, yang dilanda badai-badai topan ekstrem berturut-turut, baru sekarang mulai menganalisa kerusakan langsung, belum lagi kehilangan kehidupan dan mata pencaharian yang berharga.

Negara-negara Berkembang Pulau Kecil (Small island developing states, SIDS) sering menanggung beban dari bencana-bencana alam ini. Kelompok negara yang berbeda ini memiliki kerentanan dan kebutuhan unik dan khusus yang sama.

Luas lahan mereka yang terbatas dan lingkungan alam yang rapuh membuat penduduk pulau-pulau mereka sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Perubahan iklim juga memengaruhi ekosistem perairan yang rentan di sebagian besar pulau, mengakibatkan dampak negatif yang besar terhadap sumber daya ikan dan keanekaragaman hayati laut.

Selain itu, pengelolaan lingkungan dan produksi pangan saling terkait erat di negara-negara SIDS. Seringkali terisolasi secara geografis, jauh dari pasar global dan dengan lahan dan sektor pertanian yang terbatas, banyak bagian dari masyarakat yang bergantung pada bahan makanan impor, jadi isu ketahanan pangan dan gizi sebagai prioritas.

Saat ini mayoritas dari negara SIDS menghadapi banyak isu kekurangan gizi buruk dimana kekurangan gizi, kekurangan zat gizi mikro dan obesitas semua terjadi di negara yang sama, komunitas yang sama, dan bahkan di rumah tangga yang sama.

Peluncuran laporan Status Ketahanan Pangan dan Gizi di Dunia oleh FAO baru-baru ini mengungkapkan bahwa obesitas meningkat di seluruh dunia dan khususnya di negara SIDS, dimana tercatat prevalensi tinggi untuk masalah kelebihan berat badan dan obesitas anak.

Di beberapa kepulauan di Pasifik 50% penduduknya mengalami masalah obesitas, angka yang mengkhawatirkan terutama bila ditambah dengan maraknya penyakit yang tidak menular seperti diabetes dan berbagai penyakit jantung. Selain itu, di sisi lain, prevelensi anemia pada perempuan dan anak-anak, serta malnutrisi termasuk stunting (balita pendek) dan wasting (balita menyusut), juga merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat di sebagian besar negara SIDS.

Pasifik adalah satu-satunya wilayah di mana stunting dan wasting telah meningkat sebesar 40% dalam 5 tahun terakhir. Investasi yang diperlukan untuk menutupi biaya isu kesehatan masyarakat kedepannya ini adalah penyimpangan dari investasi yang diperuntukkan pembangunan ekonomi, membahayakan potensi pertumbuhan dan kemakmuran bagi sekitar 65 juta orang.

Menjembatani kesenjangan makanan & gizi

Berasal dari Cabo Verde, sebuah negara dengan 10 pulau yang indah berlokasi di lepas pantai barat laut Afrika, saya mengerti semua tantangan ini secara langsung. Iklim kami yang sangat kering dan gersang rentan terhadap masa kekeringan yang berkepanjangan dan kapasitas yang terbatas untuk menghasilkan makanan sendiri berarti kita kebanyakan mengimpor bahan makanan yang kita konsumsi.

Kita harus menghentikkan kecenderungan masalah kesehatan masyarakat dengan menjembatani kesenjangan makanan dan gizi.

Bulan Juli lalu, para pemimpin SIDS meluncurkan GAP - Program Aksi Global untuk Ketahanan Pangan dan Gizi di Negara-negara Kepulauan Kecil - kerangka kerja untuk mempercepat dan mengkoordinasikan upaya yang melibatkan semua pemangku kepentingan untuk mencapai ketahanan pangan dan gizi jangka panjang dengan pembangunan berkelanjutan.

Saat delegasi dari 22 negara SIDS Pasifik berkumpul di Vanuatu untuk Pekan Pertanian Pertanian yang pertama beberapa saat lalu, mereka menegaskan kembali hubungan regional mereka dengan sumber daya alam, budaya dan mata pencaharian mereka, lautan adalah pendorong utama untuk visi bersama mereka.

Lingkungan laut yang luas, bila dikelola secara berkelanjutan, menawarkan prospek yang bagus untuk pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Perekonomian biru, blue economy, dapat memberikan kesempatan untuk menciptakan mekanisme yang inovatif dalam hal pengelolaan laut seperti blue bonds, yang akan dapat digunakan untuk membiayai transisi pengelolaan berkelanjutan perikanan skala kecil, termasuk pendanaan langkah-langkah yang bertujuan untuk membangun kembali stok ikan dilaut, tindakan pengendalian panen produk kelautan, dan restrukturisasi kapasitas memancing.

Sekarang ini semua bergantung dari kedua pemangku kepentingan, negara-negara dan mitra pembangunan, untuk mengambil langkah dan mengambil keputusan berani dan berisiko untuk memberdayakan masyarakat lokal dan memanfaatkan peluang pasar baru.

Ini akan mempromosikan sistem makanan lokal yang memberikan pola makan berbasis darat dan laut yang lebih sehat dan akan memberi konsumen akses yang lebih baik ke bahan makanan yang terjangkau, sehat dan bergizi, mengurangi ketergantungan pada makanan impor kualitas buruk, makanan olahan yang diproses - dengan manfaat tambahan untuk menciptakan mata pencaharian dan pekerjaan masyarakat setempat.

Pada saat yang sama, tindakan ini juga harus mendorong adaptasi iklim dan membangun ketahanan sektor pertanian dan perikanan, memperkuat kemampuan negara-negara SIDS untuk menjadi penjaga sumber daya mereka.(Elisabeth C.Giay)

*Maria Helena Semedo adalah Wakil Direktur Jenderal, Iklim dan Sumber Daya Alam, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

loading...

Sebelumnya

Gunung berapi stabil, penduduk Ambae mulai dipulangkan

Selanjutnya

Peradilan kriminal bagi pengendara motor tak pakai helm

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe