Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Musisi reggae Papua konsisten suarakan perlindungan alam
  • Selasa, 24 Oktober 2017 — 09:58
  • 865x views

Musisi reggae Papua konsisten suarakan perlindungan alam

Sikap itu disampaikan setiap momentum konser yang digelar.
Koordinator Komunitas Rasta Kribo beserta rombongannya ketika melakukan konferensi pers di Pantai Hamadi -Jubi/Hengky Yeimo.
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi –Para musisi aliran reggae di Papua konsisten menyuarakan perlindungan alam dan eksosistem tanah Papua. Sikap itu disampaikan setiap momentum konser yang digelar.

"Kami terus mengkampanyekan perlindungan terhadap alam dan manusia Papua, termasuk tema penyelamatan hutan dan sagu melalui even  pentas reggae,” kata Koordinator Komunitas Rasta Kribo, Thedy Pekey, Selasa (24/10/2014).

Ia menyebutkan saat momentum Festival reggae ke V yang digelar  akhir pekan lalu, sengaja mengambil tema selamatkan hutan dan Sagu di Papua. “Itu sebagai bentuk keprihatinan kami tentang kondisi pembangunan yang membabat hutan sagu,” kata Thedy menambahkan.

Menurut dia, tema cinta dan perlindungan alam Papua itu sengaja menjadi identitas  para musisi reggae Papua. Bahkan sikap itu sebagai kampanye terbuka kepada publik.

Sikap itu dibuktikan setiap musisi reggae Papua tampil selalu memberikan pesan moral agar  masyarakat Papua tidak menjual tanah dan lokasi hutan agar anak cucunya dapat menikmatinya hasil kekayaan yang ada di hutan tersebut.

"Kami dengan tegas meminta kepada masyarakat jangan menjual tanah karena perusahaan perusahaan inilah yang akan menghancurkan hutan," katanya.

Thedy mengatakan akan menjalin kerja sama dengan Papua Junggle Chief  mengeglar penanaman kembali pohon sagu yang sudah ditebang.

Selain itu, pada Tahun 2018 nanti mereka akan melakukan event besar konser reggae pantai, yang dilanjutkan dengan menanam mangrove di sekitar pantai areal yang selama ini abrasi.

Manajer Linggis Band, Simon Yikwa, mengatakan hutan menjadi inspirasi bagi seniman di Papua. “Sebab dari hutan barulah kita mengembangkan daya seni, daya nalar untuk menciptakan kreativitas dan berinovasi,”kata Simon .

Menurut dia, para musisi  reggae Papua mengakui sagu sebagai bahan makanan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat Papua. “Mari kita menyelamatkan sagu dan berhenti memakan makanan yang bukan pangan lokal," katanya.(*)

loading...

Sebelumnya

Kebakaran menimpa puluhan rumah di kelurahan Numbay

Selanjutnya

Kebut perekaman e-KTP, Pemkot Jayapura datangi tempat ibadah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe