Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Ini hambatan KPUD Jayawijaya saat merekrut PPD dan PPS
  • Selasa, 24 Oktober 2017 — 18:26
  • 595x views

Ini hambatan KPUD Jayawijaya saat merekrut PPD dan PPS

Selain minimnya animo publik setempat yang mendaftar, juga hambatan lain yang sulit disesuaikan dengan regulasi pemilihan.
Komisioner KPUD Jayawijaya ketika memberikan keterangan pers soal tahapan-pilkada 2018- Jubi/dok
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi –Komisi pemilihan umum daerah Jayawijaya bakal konsultasi ke komisi pemilihan provinsi dan dan pusat, terkait hambatan yang dialami saat merekrut Panitia Pemilihan Distrik (PPD) dan Petugas Pemungutan Suara (PPS). Selain minimnya animo publik setempat yang mendaftar, juga hambatan lain yang sulit disesuaikan dengan regulasi pemilihan.

“Kami perlu koordinasikan lagi dengan KPU Provinsi dan pusat, masih banyak kendala yang kami hadapi,” kata Komisioner KPU Jayawijaya divisi sosialisasi dan SDM, Markus Way kepada wartawan di Wamena, Selasa (24/10/2017).

Tercatat  animo masyarakat yang mendaftar PPD dan PPS di Jayawijaya hanya 1.071 orang mendaftar PPD, dan 1.103 orang untuk PPS sejak resmi ditutup 19 Oktober 2017.

Markus juga menyebutkan masih terdapat 36 kampung yang belum ada mendaftar, sedangkan 29 kampung yang mendaftar hanya satu  orang, dan 26 kampung yang mendaftar hanya dua orang.

“Jadi total semua sekitar 97 orang yang masih kurang di PPS,” kata Markus menambahkan .

Ia juga menyebutkan banyak  pendaftar terkendala syarat ijazah dan penyebaran PPS yang mendaftar dari 40 distrik tidak merata. Hal itu sangat bertentangan dengan regulasi PKPU nomor 12 tahun 2017 mengamanatkan setiap PPS harus memiliki ijazah SMA dan PPD dan tidak boleh mendaftar jika sudah dua periode menjabat.

Bahkan Markus, menyebutkan para pendaftar  masih banyak yang menggunakan ijazah SMP, sedangkan kepala kampung tidak memiliki ijazah karena diangkat dari unsur adat dan budaya. “Tetapi mereka dipercayakan sebagai kepala kampung,” kata Markus menjelaskan.

Ia mengakui dari jumlah PPD dan PPS yang mendaftar belum tentu semua terakomodir karena ada yang sudah bertugas dua periode berturut-turut dan hanya berijazah SMP. Bahkan ada yang foto copy ijazah lalu discan sehingga perlu waktu memverifikasi.

Ketua Panwas Jayawijaya, Fredy Wamo mendukung langkah yang dilakukan KPU Jayawijaya menindaklanjuti banyaknya keluhan dari pendaftar PPD dan PPS. “Itu terkait syarat sesuai PKPU nomor 12 tahun 2017,” kata Fredy .

“Langkah KPU berkoordinasi ke tingkat yang lebih tinggi dalam hal ini KPU provinsi dan pusat itu sudah tepat,” kata Fredy menambahkan. (*)

loading...

Sebelumnya

Banyak kendala, pendaftaran PPD dan PPS Jayawijaya dikonsultasikan

Selanjutnya

Perempuan pelaku usaha asal Nduga didorong kembangkan usaha

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe