Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Sistem noken dinilai menguntungkan kandidat gubernur tertentu
  • Selasa, 24 Oktober 2017 — 21:36
  • 1100x views

Sistem noken dinilai menguntungkan kandidat gubernur tertentu

"Saya agak sulit menerima kenapa noken harus dipakai. Kenapa? Ini hanya akan menguntungkan elite-elite yang memang muncul dari daerah-daerah yang kotak suaranya menggunakan noken. Itu tidak adil dalam berdemokrasi," kata Edward Kocu kepada Jubi, Selasa (24/10/2017).
Ilustrasi pemungutan suara di Papua menggunakan sistem noken - Jubi/dok
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Direktur Center for Election and Political Party (CEPP) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Dr. Edward Kocu mengatakan, penggunaan sistem noken sebagai pengganti kotak suara dalam pemilihan gubernur (pilgub) di Papua menguntungkan kandidat dari wilayah yang masih menggunakan noken. 

Ia mengatakan, kalau noken didorong, akan mengebiri dan mencederai demokrasi itu. 

"Saya agak sulit menerima kenapa noken harus dipakai. Kenapa? Ini hanya akan menguntungkan elite-elite yang memang muncul dari daerah-daerah yang kotak suaranya menggunakan noken. Itu tidak adil dalam berdemokrasi," kata Edward Kocu kepada Jubi, Selasa (24/10/2017).

Menurutnya, fakta selama ini, kandidat gubernur Papua yang muncul dari daerah basis noken, cenderung punya potensi menang, ketimbang calon dari wilayah yang tidak menggunakan noken. 

"Saya pikir ini tidak adil. Secara pribadi, saya tidak terima kalau penggunaan noken didorong, karena sama sekali tidak memberikan kontribusi terhadap penguatan berdemokrasi," ujarnya.

Katanya, noken menjadi sebuah perdebatan panjang selama ini. Namun noken bukan sebuah sistem dalam demokrasi. Hanya sebagai pengganti kotak suara. Jika ini dipahami sebagai budaya lokal, harus dikawal dengan baik supaya tidak mencederai demokrasi itu sendiri. Tapi apakah fungsi pengawasan berjalan baik ketika noken diberlakukan di daerah.

"Saya agak susah mengiyakan itu. Dalam memahami sebuah demokrasi, begitu noken digunakan, asas demokrasi langsung umum bebas rahasia (luber) itu, sudah tidak kita lihat. Yang namanya rahasia itu sudah tidak ada," katanya. 

Ketua KPU Papua, Adam Arisoi mengatakan, penggunaan noken Pilgub Papua, 2018 berkurang. Dari sekian tempat pemungutan suara (TPS) di beberapa kabupaten yang selama ini menggunakan noken, beberapa di antaranya sudah tidak akan menggunakannya. 

"Di satu daerah atau kabupaten, ada wilayah yang pakai noken ada yang tidak. Misalnya Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, dulu pakai noken sekarang tidak. Di Lanny Jaya, dari sekian yang dulunya pakai noken, ada sekian yang sudah tidak," kata Adam akhir pekan lalu.

Menurutnya, 16 kabupaten di wilayah pegunungan Papua yang selama ini menggunakan noken, dua di antaranya sudah menyatakan tidak akan menggunakannya.

"Dari 16 sekarang tinggal 14. Kabupaten Yalimo sama Pegunungan Bintang sudah sepakat tidak menggunakan noken lagi. Ini di wilayah-wilayah pegunungan," ujarnya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Akademisi menilai ada dua penyebab Pilgub Papua berpotensi konflik

Selanjutnya

Pembentukan pansus pilgub, DPRP tunggu hasil konsultasi KPU

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe