Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Pegiat perdamaian dunia bahas pencegahan kekerasan dan ekstremisme
  • Rabu, 25 Oktober 2017 — 12:55
  • 1196x views

Pegiat perdamaian dunia bahas pencegahan kekerasan dan ekstremisme

Berbagai kasus dan upaya penyelesaian dibahas dalam diskusi pleno dan diskusi paralel.
Ridwan al-Makassary (kanan) saat menyampaikan materinya tentang kontroversi pesantren Jafar Umar Thalib di Keerom, Papua - Ist
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Paniai, Jubi – Sedikitnya 200 orang akademisi dan praktisi perdamaian dari seluruh dunia membahas pencegahan kekerasan dan ekstremisme di Forum Peacebuilder (FP) tingkat Asia ke VI di Jakarta belum lama ini. Berbagai kasus dan upaya penyelesaian dibahas dalam diskusi pleno dan diskusi paralel.

“Acara juga diisi dengan silaturahmi pegiat damai dari seluruh dunia itu fokus mengkaji kekerasan dan ekstremisme di tingkat Asia,” kata salah satu peserta pegiat perdamaian dan peneliti isu-isu konflik dan perdamaian di Papua, Ridwan al-Makassary, kepada Jubi, Rabu, (25/10/2017).  

Kegiatan yang digelar oleh Association of Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia bekerja sama dengan Action Asia Filipina itu mendapat dukungan dari Asia Foundation dan  Kedutaan Besar Australia.

Dalam kesempatan itu Ridwan al-Makassary turut menyampaikan Islam transnasional dan radikalisme di Papua. “Yakni kontroversi pesantren Jafar Umar Thalib,” kata Ridwan, menambahkan.

Dalam penjelasanya  Ridwan menyoroti Papua, khususnya di Kabupaten Keerom tengah dengan munculnya kontroversi pembangunan pesantren yang dibina oleh Jafar Umar Thalib, seoarang mantan panglima perang dalam konflik di Ambon pada awal era reformasi.

Menurut dia, Jafar Umar Thalib ditolak oleh masyarakat Muslim dan penganut agama lain di Papua dengan berbagai alasan. Di antaranya jejak masa lalu Jafar Umar Thalib yang terlibat konflik berdarah di Ambon,  kekhawatiran toleransi yang telah terbina baik di Papua akan bisa berantakan dengan ajaran-ajaran yang radikal Jafar Umar Thalib dan insiden antara santri Jafar Umar Thalib dengan pemuda Kristen dikhawatiran munculnya insiden dan ketegangan berikutnya.

“Ini dikhawatirkan akan mengganggu pluralisme agama di Papua,” katanya.

Tokoh perdamaian Indonesia, Ikhsan Malik dalam presentasinya juga memaparkan upaya mencegah berulangnya kekerasan dan ekstremisme dari pengalaman konflik Ambon.

Ia menawarkan upaya budaya perdamaian yang harus digalakkan untuk mencegah kekerasan dan ekstremisme di Indonesia kembali terulang.

“Kami mengajak lintas agama, terutama orang muda merawat memori bersama dan mengembangkan kapasitas sebagai kader perdamaian demi harapan masa depan Indonesia,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Profesor Antropologi: Ketidakadilan PT. Freeport perpanjang insiden kekerasan

Selanjutnya

BPK tanggani 178 ribu rekomendasi hasil pemeriksaan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe