Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Terkendala waktu, pengurusan asuransi nelayan lamban
  • Rabu, 25 Oktober 2017 — 14:00
  • 599x views

Terkendala waktu, pengurusan asuransi nelayan lamban

Sampai saat ini sekitar 10 ribu nelayan tercatat di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) provinsi Papua yang akan memperoleh kartu asuransi nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kartu tersebut berfungsi sebagai asuransi jaminan keselamatan kerja bagi nelayan.
Perahu nelayan di kota Jayapura - Jubi 
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Sampai saat ini sekitar 10 ribu nelayan tercatat di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) provinsi Papua yang akan memperoleh kartu asuransi nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kartu tersebut berfungsi sebagai asuransi jaminan keselamatan kerja bagi nelayan.

"Namun pelaksanaannya masih terkendala nelayan yang tak punya cukup waktu untuk mengurusnya karena tak boleh diwakilkan, serta lambannya sosialisasi dan penginputan data dari tenaga kelautan di daerah. Saat ini kartu asuransi nelayan belum seluruhnya dibagikan oleh teman-teman di kabupaten. Bahkan ada yang baru proses perekam," kata Kepala Dinas DKP Provinsi Papua, FX Motte, saat ditemui Jubi, di acara Lomba Masak Ikan yang digelar DKP Provinsi Papua, di halaman kantor Gubernur Papua, Selasa (24/10/2017). 

FX Motte menambahkan tahun 2016, sekitar 9.000 kartu tercetak dan hingga akhir 2017 diharapkan sekitar 12 ribu kartu akan didistribusikan kepada nelayan.

“Data statistik di kami, ada sebanyak 92.222 nelayan di seluruh Papua,” katanya. 

Manajer Asuransi Jasindo, Setiono Joko Purwanto, mengatakan dengan adanya program kerjasama tersebut diharapkan semua nelayan kecil dan nelayan tradisional dapat memiliki jaminan perlindungan atas resiko profesi nelayan, serta memberikan kesadaran pada nelayan untuk berasuransi supaya lebih tenang dalam berusaha. 

“Saat ini jumlah total nelayan di seluruh Papua yang sudah terjangkau Jasindo sebanyak 7.810 jiwa. Jumlah tersebut belum termasuk kabupaten Merauke yang telah diusulkan sebanyak 863 jiwa. Kabupatean tersebut saat ini masih dalam proses pembuatan kartu nelayan,“ ujar Joko.

Dijelaskannya, 12 kabupaten dan 1 kota yang telah terjangkau Jasindo diantaranya Biak Numfor, Jayapura, Mimika, Nabire, Kepulauan Yapen, Mappi, Asmat, Waropen, Supiori, Sarmi, Memberamo Raya, dan kota Jayapura. 

Menurutnya, lambannya pengurusan kartu asuransi nelayan kemungkinan besar karena kondisi alam dan jauhnya lokasi rumah antar nelayan itu sendiri, sehingga dinas terkait mengalami kesulitan untuk mendata semua nelayan yang ada. 

“Dari semua kartu nelayan yang sudah terbit, 80 persen diantaranya sudah terjangkau oleh Jasindo. Sekitar 20 persennya kemungkinan besar terkendala karena faktor usia. Sesuai aturan, kami hanya melayani pembuatan kartu asuransi nelayan yang berumur 17 hingga 65 tahun. Dibawah atau diatas usia itu tidak bisa kami layani, “ungkapnya. 

Joko menambahkan besaran santunan yang diterima nelayan akibat melakukan aktivitas penangkapan ikan adalah untuk kematian akibat kecelakaan sebesar Rp 200 juta, kematian akibat selain kecelakaan Rp 160 juta, cacat tetap Rp 100 juta, dan biaya pengobatan Rp 20 juta. 

“Besaran santunan akibat selain melakukan aktivitas penangkapan ikan adalah kematian akibat kecelakaan Rp 160 juta, kematian akibat selain kecelakaan Rp 160 juta, cacat tetap Rp 100 juta, dan biaya pengobatan sebesar Rp 20 juta,“ pungkasnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Pertamina: LPG, alternatif baru bagi masyarakat Papua

Selanjutnya

Dukung GNNT, Bank Mandiri kumpulkan transaksi EDC Rp 434 miliar   

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe